BANDA ACEH – Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bapilu) Sumatera I DPP Golkar, Andi Sinulingga, menyebutkan Golkar Aceh sedang memproses pasangan pengganti seluruh calon kepala daerah yang dinyatakan tidak lulus tes kesehatan. Dia mengatakan final keputusan pergantian kandidat diselesaikan Kamis, 6 Oktober 2016.
“Besok pagi keputusannya, sekarang sedang diproses sama DPD I Partai Golkar mencari pasangan pengganti,” kata Andi kepada wartawan di Banda Aceh, Rabu, 5 Oktober 2016.
Andi juga menyebutkan sudah ada calon pengganti yang disiapkan Golkar Aceh. Dia mengatakan mekanisme yang dilakukan sesuai aturan partai, yang dimulai dari kabupaten ke provinsi hingga usulan DPP dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu. “Pasti (ada SK baru yang dikeluarkan untuk balon kepala daerah-red),” ujarnya.
Andi mengatakan pihaknya tetap mempercayai profesionalitas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai pelaksana tes kesehatan para kandidat. Apalagi dokter yang melakukan tes kesehatan tersebut ditunjuk KIP Aceh.
“Pasti ada (balon) yang protes, tapi kita kan juga menghargai profesionalitas seorang dokter yang sudah ditetapkan KIP untuk memeriksa kesehatan secara fisik maupun mental psikologi. Harus kita hargai, kan kita tidak bisa menduga-duga, kan nggak mungkin mereka juga melakukan hal-hal yang tidak terpuji karena terkait profesionalitas dan kredibilitas mereka,” katanya.
Dia menyebutkan ada beberapa kader Golkar yang dinyatakan tidak lulus tes kesehatan. Diantaranya calon Wakil Bupati Aceh Tamiang Teungku Tam (Teungku Yusni), dan Cabup Bireuen Syaifannur. “Di Aceh Barat Daya sedang diproses karena lagi sakit. Diberi waktu sampai tanggal 7 Oktober 2016,” katanya.
Menurut Andi tidak ada calon Golkar yang menggugat keputusan KIP karena akan menghabiskan tenaga dan pikiran. “Kita sudah ketemu semua sama mereka, supaya ya berjiwa besar lah, kan nggak ada jalan lain kan, kalau dilihat dari aturan keputusan dari para dokter itu, final dan mengikat, karena itu nggak ada alasan,” kata Andi.
Di sisi lain, Andi mengatakan, tidak ada waktu bagi para kandidat untuk melakukan gugatan hukum karena pelaksanaan pilkada semakin dekat. Untuk itu dia mengatakan Golkar akan langsung mencari pengganti bakal calon kepala daerah yang dinyatakan tidak lulus tersebut.
“Kalau nanti ada pasangan calon yang menggugat itu urusan lain lagi. Tapi kalau kita Golkar nggak ada,” katanya.
Dia turut mengemukakan alasan lainnya kenapa Golkar tidak melakukan gugatan atas hasil yang dikeluarkan KIP tersebut. “Ini kan calon-calon kepala daerah harus tertib sama aturan, kalau nggak tertib bagaimana? Ini kan bisa dicontoh masyarakat,” katanya.[]




