Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaKisah Ibrahim Bin...

Kisah Ibrahim Bin Adham dan Kapal yang Akan Tenggelam

Ibrahim bin Adham rahimahullah(100-165 Hijriyah), seorang ulama sufi kelahiran Balkh (sekarang Afghanistan). Ada yang menyebut beliau wafat tahun 160 Hijriyah. Nama lengkap beliau Hazrat Sultan Ibrahim bin Adham bin Mansur al-Balkhi al-Ijili Abu Ishaq. Beliau terlahir dari keluarga bangsawan Arab.

Mulanya beliau adalah seorang Raja di Balkh pada abad ke-7 Masehi. Kemudian meninggalkan kerajaannya dan memilih hidup zuhud. Kisah Ibrahim bin Adham adalah satu kisah yang cukup menonjol di masa awal kesufian.

Dikisahkan, dalam sebuah perjalanan, Ibrahim bin Adham hendak naik kapal laut. Sang petugas kapal meminta ongkos dua Dinar. Ibrahim berkata, “Sekarang saya tidak punya uang. Tapi saya akan berikan kepadamu di tengah perjalanan kita.”

Sang petugas kapal menjawab, “Perjalanan kita ini di laut, bagaimana kamu bisa memberiku uang?”Tapi kemudian ia berpikir, “Barangkali orang ini menyimpan hartanya di salah satu pulau yang akan dilewati.” Ibrahim Bin Adham pun diizinkan naik kapal.

Ketika kapal berlabuh di sebuah pulau, sang petugas kembali berkata: “Berikan dua Dinar itu.” Ibrahim menjawab, “Ya.” Beliau turun ke daratan, sementara sang petugas diam-diam mengikutinya.

Ibrahim terus berjalan hingga tiba di ujung pulau itu. Beliau lalu salat beberapa rakaat dan berdoa kepada Allah 'Azza wa Jalla ketika sujud. “Ya Allah, orang ini meminta haknya yang menjadi kewajibanku. Tolong berilah Ia dariku.”

Ketika Beliau mengangkat kepala dari sujudnya. Beliau melihat tanah di sekitarnya tertutupi dinar-dinar Emas yang berkilauan. Ketika sang petugas kapal menghampiri dan Ibrahim melihatnya, Ibrahim berkata: “Ambillah hakmu dan jangan lebih. Jangan juga ceritakan apa yang kau lihat ini kepada siapapun.”

Ketika kapal itu kembali di tengah lautan, badai menghantam kapal. Para penumpang panik dan petugas kapal itu berteriak memanggil-manggil. “Mana orang yang baru bayar dinar di pulau itu? Kalian cari dan temui orang itu. Biar dia berdoa kepada Allah agar menyelamatkan kita dari badai ini.”

Ketika itu Ibrahim Bin Adham sedang tidur dengan kepala tertutup mantelnya. Sang petugas kapal itu menemuinya dan berkata, “Tidakkah kau lihat situasi penumpang?”

Ibrahim pun bangun dan berdoa: “Ya Allah Engkau telah perlihatkan kekuasaan-Mu. Sekarang perlihatkanlah rahmat-Mu.” Tiba-tiba badai itu mereda dan tenanglah kapal itu.

Kisah ini sangat menakjubkan. Ibrahim Bin Adham pun dikenal sebagai waliyullah yang doanya selalu dikabulkan Allah. Selain ahli ibadah, beliau adalah sosok yang zuhud, wara' serta rendah hati. Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Nu'aim, Ibrahim bin Adham menekankan pentingnya ketenangan. Salah satu murid Ibrahim bin Adham yang terkenal adalah Shaqiq al-Balkhi yang juga seorang ulama sufi.[]sumber:sindonews.com

Sumber:
Kitab Qisasul Auliya' (Kisah Para Kekasih Allah) karya Muhammad Khalid Tsabit

Baca juga: