Kamis, Juli 25, 2024

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...

Spanduk Dukungan Bustami Maju...

LHOKSEUMAWE - Sejumlah spanduk berisi dukungan kepada Bustami Hamzah untuk mencalonkan diri sebagai...

Yayasan Geutanyoe Rayakan Hari...

LHOKSEUMAWE - Yayasan Geutanyoe merayakan Hari Anak Nasional tahun 2024 bersama 227 anak...
BerandaNewsKisah Korban Puting...

Kisah Korban Puting Beliung, Apriliyan Tak Mampu Beli Beras, Bengkel Rusak Akibat Badai


SUBULUSSALAM – Peristiwa angin puting beliung yang melanda wilayah Penanggalan Timur dan Penuntungan, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Minggu, 24 Januari 2021 lalu masih menyisakan cerita pilu dialami sejumlah korban puting beliung yang kehilangan mata pencaharian.

Apriliyan (24) warga Penanggalan Timur, mengaku kehilangan mata pencaharian setelah puting beliung menerjang rumahnya menyebabkan atap seng diterbang angin. Kini, kondisi rumahnya pun bolong hanya beratapkan langit, ketika hujan tiba air pun langsung masuk ke dalam rumah.

Sebelumnya, di rumah berkonstruksi papan tersebut, Apriliyan membuka usaha bengkel tambal ban sebagai mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kini, rumah beserta bengkelnya porak poranda dihantam padai beberapa hari lalu.

“Dari usaha bengkel selama ini lumayan juga hasilnya lepas-lepas makan pak,” kata Apriliyan ketika berbincang dengan Anggota DPRK Subulussalam, Bahagia Maha saat meninjau langsung kondisi rumah korban puting beliung di Penanggalan Timur, Kamis, 28 Januari 2021.

Bengkel yang dulunya bisa menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan dapur, kini tak lagi beroperasi setelah dihantam angin puting beliung. Akibatnya, Apriliyan mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari karena tak memiliki uang. Bahkan untuk beli beras saja tidak mampu sehingga harus pinjam beras tetangga.

“Bengkel tak jalan lagi pak. Udah beberapa hari kami minjam beras sama tetangga,” timpal istri Apriliyan, Rosmiyati sambil menggendong anaknya yang masih kecil.

“Kami tak punya uang pak untuk beli beras,” sambung Rosmiyati sambil mengusap air mata yang sempat menetes di pipinya.

Perangkat Desa Penanggalan Timur, Tahan Boang Manalu ikut serta mendampingi Bahagia Maha menjumpai masyarakat korban puting beliung mengatakan, ada sembilan rumah rusak berat tidak bisa ditempati lagi karena atap sudah bolong.

Menurut Tahan Boang Manalu, selain keluarga Apriliyan, sejumlah korban puting beliung di Penanggalan Timur sedang kesulitan ekonomi, bahkan ada yang tak mampu membeli kebutuhan dasar seperti beras.

Ia berharap para kaum dermawan yang melihat atau mengetahui kondisi ini kiranya bisa membantu masyarakat korban puting beliung yang sedang dilanda kritis pangan akibat kehilangan mata pencaharian.

Baca juga: