Minggu, Juli 14, 2024

Tanggapan Ketua DPRK Aceh...

ACEH UTARA - Mendagri Tito Karnavian memperpanjang masa jabatan Pj. Bupati Aceh Utara...

Selamat! 2 Siswa Kota...

SUBULUSSALAM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pengembangan Talenta...

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...
BerandaNewsKisah Mereka yang...

Kisah Mereka yang Wafat Saat Mendirikan Shalat 

Meninggal dalam keadaan husnulkhatimah merupakan idaman bagi setiap Muslim. Mereka mendapatkan janji surganya Allah. 

Pada akhir pekan lalu seorang imam masjid di Sampit wafat saat memimpin shalat Jumat. Para warga dan netizen pun mendoakannya mendapat husnulkhatimah.

Berikut sejumlah Muslim yang pernah diberitakan wafat saat dalam keadaan sedang shalat.

1. Muhammad Sadri

Salah satu imam Masjid Jami Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, H. Muhammad Sadri Arsyad wafat setelah ambruk saat memimpin shalat Jumat. Ia jatuh setelah membaca surah Al-Fatihah.

“Setelah membaca surah Al-Fatihah pada rakaat kedua, suara beliau tidak terdengar lagi. Ternyata saat itu beliau ambruk dengan posisi sujud,” kata Dedy, salah satu jamaah di Sampit, Jumat (14/9).

Saat kejadian, suara almarhum tiba-tiba tidak terdengar dan ternyata pria 67 tahun itu ambruk. Namun shalat tetap dilanjutkan dengan digantikan Ustaz Khalik yang maju sebagai imam pengganti.

Ustaz Khalik yang sebelumnya menjadi khatib shalat Jumat tersebut, saat itu berada tepat di belakang imam. Setelah shalat selesai, jamaah langsung bergegas memeriksa kondisi almarhum.

“Ada yang mengatakan langsung meninggal, tapi ada pula yang katanya sempat mendengar beliau mengucap Allah, kemudian meninggal di perjalanan ke Rumah Sakit Murjani,” tambah Dedy.

2. Sukardi

Seorang jamaah asal Cakung, Jakarta Timur meninggal saat tengah melaksanakan shalat Ashar di Masjid Nabawi pada Selasa (18/7).

Menurut kronologi dari pendamping kesehatan daerah, jamaah tersebut bernama Sukardi Ratmo Dihardjo dan berusia 59 tahun. Ia tiba dengan Kloter 1 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede. Ia ditemukan dalam keadaan tak sadar pada rakaat ketiga sujud kedua shalat Ashar. Yang bersangkutan kemudian dilarikan ke RS Arab Saudi Al Anshor.

Wartawan republika.co.id, Fitriyan Zamzami melaporkan, Direktur IGD Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), Muhammad Yanuar, mengatakan, kepastian kematian Sukardi didapatkan melalui Certificate of Death (CoD) yang terbit pada Rabu (18/7) pukul 23.00 waktu setempat. “Karena cardiac arrest,” ujar Yanuar, di Kantor KKHI, Madinah, Kamis (19/7).

3. Miftah Arifin

Miftah Arifin (63 tahun), warga Jalan Kauman Nomor 72 Kampung Kauman, Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, tak hanya menjadi perhatian warga di tanah kelahirannya, namun juga para netizen di dunia maya pada Januari 2017 lalu. Pria itu meninggal dalam keadaan bersujud saat menunaikan shalat Isya di Masjid Babus Salam, Lawang, pada Selasa (3/1).

Usai shalat Isya, petugas masjid, Muhammad Sueb, bersiap-siap mematikan lampu dan mengunci pintu masjid. Sekitar pukul 19.35, ia masih melihat ada beberapa jamaah yang masih menjalankan shalat sunah bakda Isya, termasuk Miftah Arifin. Sueb pun menunggu hingga seluruh jamaah benar-benar meninggalkan masjid.

Jarum jam menunjukkan pukul 19.50, tapi Sueb masih melihat Miftah Arifin tak kunjung menuntaskan shalatnya. “Saya kenal Pak Miftah karena dia warga sini dan rajin ke masjid, tapi malam itu dia sujud lama sekali, saya tunggu hampir setengah jam ia terus bersujud,” ujar Sueb, Kamis (5/1).

Saat jamaah lain selesai menunaikan shalat, Sueb melihat Miftah masih dalam posisi sujud. Ia lalu mendekati Miftah. Sueb pun memegang pundak Miftah. Namun, pria yang sedang dalam posisi sujud itu bergeming, tak memberikan reaksi.

“Saya hanya dengar Pak Miftah bernafas dua kali, lalu setelah itu diam,” ujar Sueb.

Merasa tidak tahu apa yang harus dilakukan, ia pun memanggil teman-temannya yang berada di teras masjid untuk ikut menengok kondisi Miftah. Beberapa orang datang melihat Miftah yang masih bersujud, namun tak satu pun yang berani mengambil tindakan.

Tak berapa lama, istri Miftah dan Ketua RW datang ke Masjid Babus Salam. Setelah kedua orang itu hadir, Sueb dan rekan-rekannya baru memberanikan diri mengangkat Miftah. Ternyata ayah lima anak ini meninggal dunia ketika sedang bersujud.

4. Rustam

Jamaah Masjid Raya Al-Ittihad Tebet meninggal dunia saat melaksanakan shalat Isya berjamaah pada Juni 2017 lalu. Menurut jamaah yang melaksanakan shalat Isya ada didekatnya, almarhum meninggal dunia saat sujud di rakaat kedua.  

“Beliau meninggal dunia saat shalat Isya tadi malam, almarhum meninggal pas sujud kedua,” kata Pengurus Masjid Al-Ittihad Tebet, Rustam, Rabu (14/6).

Dia mengatakan, usai shalat pengurus masjid langsung mengambil pengeras suara, dan mengumumkan kepada jamaah masjid untuk mencari dokter. Tujuannya, agar segera melakukan pertolongan pertama. Selanjutnya pengurus masjid menyiapkan mobil, kemudian langsung membawa almarhum ke Rumah Sakit Kecamatan.

“Rumah Sakit Kecamatan mengatakan beliau sudah tidak ada (meninggal dunia). Dokter yang memeriksanya juga memberi kesaksian, pas sujud juga beliau memang sudah tidak ada,” ujarnya.    

Rustam menceritakan, almarhum bernama H. Izhar bin Moezalir berasal dari Bandung. Karena almarhum mau berangkat umrah pada pagi hari ini. Jadi, almarhum menginap di rumah kakak kandungnya yang tidak jauh dari Masjid Al-Ittihad Tebet, Jakarta. Tapi, beliau meninggal dunia saat Shalat Isya sebelum berangkat umrah pagi hari ini.

5. Suwandi

Seorang calon haji dari Sumatera Utara, Suwandi Harun (58) yang tergabung pada kelompok terbang 16 Embarkasi Medan, meninggal dunia di Jeddah karena mengalami serangan jantung pada 2010 lalu.

Suwandi menghembuskan nafasnya terakhir, Jumat (29/10) sekitar pukul 19.30 Waktu Arab Saudi (WAS) saat menjadi imam shalat Isya di sebuah masjid tidak berapa jauh dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.

Ia mengatakan, Suwandi tiba-tiba saja lemas saat sedang melaksanakan sujud dan tidak  bangkit lagi.

Petugas kesehatan yang ada di sekitar lokasi segera memberinya pernafasan buatan. Setelah menunjukkan reaksi, Suwandi dibawa ke klinik kesehatan haji yang ada di Jeddah. Namun jiwanya tidak tertolong lagi.

Suwandi penduduk Jalan Letda Sujono Gang Adil Bandar Selamat Medan Tembung itu dimakamkan di pekamaman umum di Jeddah.

“Wafatnya calon haji tersebut sudah disampaikan oleh Kementerian Agama Wilayah Sumatera Utara kepada pihak keluarga Suwandi,” kata Koordinator Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan, HM Sazli Nasution.

[] Sumber: republika.co.id

Baca juga: