Nader Al-Naji berhasil mengumpulkan USD133 juta dari Intangible Labs untuk membangun perusahaan cryptocurrencynya, Basis, di umurnya yang hanya 26 tahun.

Melansir dari website resmi Basis, Sabtu, 17 November 2018, Nader pernah bekerja di Google sebagai Search and Ads. Nader yang merupakan lulusan dari University of Princeton ini memiliki obsesi dengan bitcoin di tahun 2012 yang menjadi dasar utama Nader mendirikan Basis.

Pada bulan April 2018 lalu menurut Fortune, Nader berhasil mendapatkan USD133 juta dari sejumlah investor, yaitu Stanley Druckenmiller, Andreessen Horowitz, dan Bain Capital Ventures untuk membangun Basis dengan tujuan menggunakan teknologi blockchain guna menggantikan bank sentral yang memiliki kesulitan mata uang. Nader masuk dalam kategori 30 Ahli Keuangan di Bawah Umur 30 Tahun 2019 versi Forbes.

Mengutip akun LinkedIn miliknya, Nader merupakan alumni Princeton University, jurusan Ilmu Komputer. Dia menempuh pendidikan pada periode 2010 – 2013. Nader lulus dengan predikat Summa Cum Laude in three years (one year early).

Start up yang awalnya bernama Intangible Labs ini create dan mendistribusikan blockchain ke investor yang mendapatkan dana untuk proyek-proyeknya. Prinsipnya, kurang lebih sama seperti sistem yang berjalan di bank sentral.

Dia sempat menulis dalam blog-nya mengenai Nader Theory pada bulan Juni. Dia mengeluarkan idenya mengenai koin yang stabil dan dapat menyusutkan dan menumbuhkan pasokannya di blockchain.

Blog ini menjadi viral dan Ravikant of AngelList – sebuah situs web yang menghubungkan star tup dan investor – dan Bain datang untuk melihatnya mendiskusikan ide tersebut.

Penulis: Andrea Heschaida Nugroho.[]Sumber: okezone.com