BANDA ACEH – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh akan melaksanakan Musda ke-13 untuk mengawal roda pemerintahan yang baru. Musda ini direncanakan berlangsung pada 29-30 Juli 2017.
“Musda kali ini amat sangat penting, karena bersamaan dengan barunya Pemerintah Daerah Aceh. Dalam waktu lima tahun ini adalah fase terakhir Aceh menerima dana Otsus yang besarannya dua persen,” kata Ketua KNPI Aceh Djamaluddin, dalam konferensi pers di Kantor DPD KNPI Aceh di Jambo Tape, Banda Aceh, Kamis, 13 Juli 2017.
Menurutnya, jika roda pemerintah kali ini gagal dikhawatirkan setelah 2022 nanti Aceh belum bisa berbenah untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan, sebagai syarat menuju masyarakat sejahtera.
“KNPI ini adalah tempat berkumpulnya seluruh OKP yang ada di Provinsi Aceh dan ada di setiap kabupaten kota, merekalah yang kita harap menjadi lokomotif pergerakan ekonomi rakyat, pergerakan untuk mencetak dan melahirkan pemuda yang mandiri, ini sangat penting,” katanya.
Ia menambahkan, mereka adalah orang-orang muda yang memberi masukan, pandangan positif kepada pemerintahan ke depan, maka musda ini sangat menentukan langkah kemajuan Aceh ke depan.
“Harapan kita akan lahir kepengurusan yang lebih baik, lebih fokus, lebih menyentuh kepada hal yang pokok, hal yang paling esensial, seperti persoalan kemiskinan yang di bawah rata-rata nasional, juga pengangguran,” katanya.
Djamal menambahkan, KNPI ke depan harus betul-betul menjadi penggerak atau lokomotif pembangunan Aceh ke depan, bahu membahu dengan Pemerintah Aceh. Ia berharap dukungan dari masyarakat, pemerintah kabupaten kota, Pemerintah Aceh bahkan Pemerintah Pusat.
“KNPI ini bisa berguna untuk kesejahteraan pemuda ke depan, berguna untuk bangsa ke depan.”
Selama ini kata Djamal, KNPI telah berkontribusi kepada OKP yang bernaung di bawah KNPI dalam memberikan pembinaan dan kerjasama terkait.
Musda tersebut rencananya akan berlangsung di Hotel Grand Nanggroe dan dibuka di Angjong Mon Mata pada 28 Juli. Pihaknya berharap seluruh OKP yang ada di Provinsi Aceh, di kabupaten kota yang jumlahnya 67 OKP, dan kepada seluruh DPW di 23 kabupaten kota, bisa hadir untuk menyukseskan Musda ke-13 ini.
Ketua SC Musda Irfan Nasir menambahkan, beberapa nama bakal calon ketua KNPI Aceh ke depan juga sudah mulai mendaftar di antaranya, Teuku Khalid, Zulfan Efendi, Fadil Rahmi, Wahyu Saputra, Yasar dan Safwan M Gade.
Syarat bakal calon ketua sesuai dengan AD-ART, yaitu ada tiga DPD 2 yang merekomendasikan, serta rekomendasi enam OKP, ada uji baca Alquran, uji khutbah, kesehatan, tes narkoba, bagi yang ada indikasi akan dianulir.
“Semua bakal calon saat ini sudah mulai melakukan penggalangan, baru ditetapkan setelah lengkap syaratnya,” katanya.[]
Laporan Taufan Mustafa





