Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaOmbudsman Janji Mediasi...

Ombudsman Janji Mediasi Pihak RS Fakinah dengan BPJS

BANDA ACEH – Ombudsman RI Perwakilan Aceh akan mengkaji kasus yang menimpa RS Teungku Fakinah setelah pihak rumah sakit membuat aduan khusus ke lembaga tersebut, Kamis, 13 Juli 2017. Seperti diberitakan sebelumnya BPJS Banda Aceh memutuskan kerja sama sepihak dengan rumah sakit tersebut, sehingga pihak rumah sakit merasa dirugikan.

“Mereka melapor karena adanya pemutusan hubungan kerja antara Rumah Sakit Fakinah dengan BPJS, sehingga sebagian para pekerja Rumah Sakit Fakinah merasa dirugikan karena pemutusan uang BPJS ini, menyebabkan tidak ada honor dan segala macam,” kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Taqwadin Husin, kepada portalsatu.com, Kamis, 13 Juli 2017.

Taqwadin menjelaskan, sebelumnya pihak BPJS melakukan pemutusan hubungan kerja sama dengan RS Teungku Fakinah dikarenakan rumah sakit tersebut mengalami sengketa yang sangat privat. Akan tetapi, berdasarkan dokumen yang diajukan oleh pihak rumah sakit saat ini dikatakannya, sengketa tersebut sudah selesai dan juga sudah ada putusan pengadilan.

“Malah sudah ada akte notaris yang baru. Artinya, kalau sengketa itu sudah selesai maka pemutusan hubungan kerja ini kami akan meminta BPJS untuk meninjau kembali,” jelasnya.

Terkait permasalahan tersebut, Ombudsman selanjutnya akan meminta pihak BPJS untuk melakukan peninjauan ulang dan juga akan menjadi mediator antara kedua belah pihak.

“Ombudsman akan memanggil pihak-pihak terkait dengan masalah ini. Tentu kita akan panggil pihak BPJS, pihak Fakinah, Dinas Kesehatan selaku pembina dan perizinan,” kata Taqwadin.

“Nanti bila perlu kami akan melakukan rapat koordinasi,” katanya lagi.

Pemutusan hubungan kerja antara BPJS dengan RS Tgk. Fakinah dikatakan Taqwadin akan menjadi suatu permasalahan yang berdampak dengan keadaan masyarakat. “Oleh karena itu kami menganggap permasalah ini serius untuk segera kita tangani,” katanya.

Meskipun akan ditindaklanjuti secara cepat, Taqwadin belum dapat memastikan kapan waktu untuk mempertemukan kedua belah pihak. “Tentu kami butuh dokumen-dokumen bukti-bukti mendukung, sehingga pada saat kita memediasi, mempertemukan para pihak ini semuanya berbicara secara objektif. Bukan hanya kepentingan perseorangan, tetapi untuk kepentingan banyak orang,” ungikapnya.

“Saya akan melihat agenda dahulu. Dalam waktu dekat, Insya Allah minggu depan,” katanya.[]

Baca juga: