BANDA ACEH – Koalisi NGO HAM Aceh menggelar acara “Awarding Day” sebagai bentuk apresiasi terhadap para pemenang Lomba Jurnalisme Warga bertema “Mempertahankan Memori dan Harapan Korban/Keluarga Korban Pelanggaran HAM di Aceh,” pada, Rabu, 21 Agustus 2024.
“Lomba ini bukan sekadar kompetisi,” ujar Khairil, Direktur Koalisi NGO HAM Aceh, dalam sambutannya. “Ini adalah bagian dari perjuangan kita bersama untuk menjaga memori dan harapan korban serta keluarga korban pelanggaran HAM di Aceh. Ini adalah perjalanan panjang kita dalam memperjuangkan keadilan,” katanya.
Acara ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Koalisi dalam mengadvokasikan pemulihan hak-hak korban pelanggaran HAM di Aceh dengan melibatkan partisipasi anak muda.
Penjurian lomba dilakukan dengan cermat oleh dewan juri yang terdiri dari Adi Warsidi, seorang wartawan senior, Rizkika Lhena Darwin, akademisi dari UIN Ar-Raniry, serta Khairil, Direktur Koalisi NGO HAM. Proses penjurian ini mengedepankan originalitas dan pengalaman emosional dari setiap karya yang diikutsertakan.
“Salah satu cara untuk memulihkan luka adalah melalui tulisan,” ungkap Adi Warsidi. “Saat ini, sangat dibutuhkan peran anak muda untuk mewariskan pengetahuan dan pengalaman mereka tentang konflik dan perdamaian, agar generasi mendatang bisa belajar dan tidak mengulangi kesalahan yang sama,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan, para pemenang memperkenalkan diri dan membagikan latar belakang dari karya mereka, mengungkapkan motivasi serta pesan yang ingin disampaikan melalui tulisan. Salah satu pemenang, Rian, mengungkapkan bahwa ia adalah anak dari korban pelanggaran HAM. “Ayah saya menjadi korban pembunuhan saat konflik terjadi,” tuturnya. Pengalaman ini menjadi inspirasi bagi karya jurnalistiknya yang memenangkan lomba.
Pada puncak acara, hadiah diberikan kepada tiga pemenang utama dan tiga pemenang favorit. Setiap karya yang dihasilkan oleh para pemenang mencerminkan pengalaman mendalam dan berkesan yang dialami oleh penulisnya.
Acara “Awarding Day” kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan penyerahan hadiah kepada para pemenang. Melalui acara ini, Koalisi NGO HAM Aceh berharap masyarakat dapat semakin memahami pentingnya menghormati dan mengenang para korban pelanggaran HAM, serta berperan aktif dalam memperjuangkan perdamaian di Aceh.(ril)




