KUTACANE – Anggota Komisi VI DPR Aceh, M. Hatta Bulkaini, SKD., mengecam tindakan oknum Kepala SMKPP Negeri Kutacane, Aceh Tenggara, berinisial MD. Diduga MD sering masuk ke kamar asrama putri tanpa sepengetahuan ibu/kepala asrama sekolah itu.
"Kasus yang terjadi di SMKPP Kutacane menjadi perhatian khusus Komisi VI, dan ini menjadi trigger untuk melakukan evaluasi terhadap kepala sekolah seluruh SMA/SMK se-Aceh," kata Hatta Bulkaini kepada portalsatu.com/, Jumat, 17 Januari 2025.
Hatta meminta pemerintah menangani kasus ini secepatnya. "Jika hal-hal begini tidak menjadi perhatian kita, bagaimana mungkin mutu pendidikan Aceh bisa meningkat".
"Insya Allah, akhir bulan ini pimpinan dan anggota Komisi VI DPRA akan turun ke Aceh Tenggara," kata anggota DPRA dari Partai Nasdem Dapil VIII (Aceh Tenggara dan Gayo Lues) itu.
Menurut Hatta, pihak Komisi VI DPRA sudah menghubungi Kadis Pendidikan Aceh, Marthunis. "Kadis langsung menanggapi bahwa akan segera melakukan talent pool terhadap kepsek itu dan akan dilakukan evaluasi dalam waktu dekat".
"Beliau menyampaikan kepada saya, sudah memerintahkan Kabid SMK untuk melakukan investigasi," ungkap Hatta.
Diberitakan sebelumnya, aktivitas belajar mengajar di SMKPP Negeri Kutacane terhenti sementara lantaran terjadi keributan antara siswa-siswi dengan kepala sekolah (kepsek), Rabu, 15 Januari 2025, malam. Pihak dinas terkait akhirnya menonaktifkan Kepala SMKPPN Kutacane berinisial MD.
Keributan berawal dari aksi protes para siswi terhadap Kepala SMKPPN Kutacane. Pasalnya, menu makanan yang mereka terima selama ini dinilai tidak layak. “Selama ini kami hanya diberi makan sekadarnya, lauk hanya telur dadar dibagi untuk empat sampai lima orang, kadang-kadang diberikan lauk ikan yang (sudah) berulat, dan minum air putih dari keran kamar mandi,” kata Susanti didampingi siswi lainnya kepada portalsatu.com/, Kamis, 16 Januari 2025.
Selain itu, kata dia, kepsek sering masuk ke kamar asrama putri, tanpa sepengetahuan ibu/kepala asrama.
Seorang siswi yang tidak tahan dengan kondisi tersebut melaporkan kepada keluarganya. Lalu, pihak keluarga mendatangi sekolah dan menanyakan hal tersebut kepada kepsek.
Namun, kepsek tidak terima, sehingga terjadi cekcok dengan siswa dan walimurid. Aksi protes berlanjut dengan pelemparan batu ke rumah dinas kepsek di dalam Kompleks SMK-PP Kutacane, hingga terjadi mogok belajar pada Kamis (16/1).
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Tenggara, Jupri, menegaskan Kepala SMKPPN Kutacane MD telah dinonaktifkan dan diamankan di Mess Cabang Dinas Pendidikan Aceh di Kutacane setelah sebelumnya diperiksa di Mapolres Agara.
Baca: Siswi Protes Hingga Lempar Batu ke Rumah Dinas Kepala SMKPP Kutacane, Kepsek Dinonaktifkan, Ini Sebabnya.[](Supardi)






