BANDA ACEH Para kawula muda sering berkumpul menghabiskan waktu untuk menonton bola. Memadati setiap sudut warung kopi hanya menonton bola berjam-jam tentu sangat tidak bermanfaat. Akan tetapi, ternyata di Banda Aceh ada sekumpulan anak muda yang hobi nonton bola bergabung menjadi komunitas positif dan bebas narkoba.
Dijumpai portalsatu.com, Koordinator IndoBarca Aceh M. Shah Reza, Sabtu, 16 April 2016, malam, mengatakan, komunitas ini fans klub sepakbola khususnya Barcelona, namun mereka bukan sekadar ngumpul-ngumpul di warung kopi.
Menurut Shah Reza, kumpulan pemuda ini juga menggelar bakti sosial, peduli masyarakat kurang mampu, donor darah, penanaman pohon bersama. Dan memerhatikan kinerja pemerintah, katanya.
Selain mensosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba, komunitas ini sering melakukan kegiatan sosial tanpa mengharapkan imbalan. Mereka terus bergerak melakukan hal positif. Selain merangkul sebagian pemuda di Banda Aceh untuk ikut bakti sosial, juga membantu pemerintah dalam upaya pencegahan narkoba di kalangan generasi muda.
Akan tetapi, Shah Reza menilai pemerintah selama ini kurang peduli terhadap komunitas anak muda di Banda Aceh. Padahal, kata dia, apa yang dilakukan komunitas pemuda merupakan hal-hal baik yang dapat membantu pemerintah. Dia mencontohkan, kegiatan sosial komunitas ini saat berkunjung ke Pulau Breuh Pulo Aceh.
Anak-anak di sana sangat tertinggal, bahkan nama gubernur (Aceh) saja anak itu tidak tahu, kan sangat disayangkan pendidikan di sana, ujar Shah Reza.
Itu sebabnya, kata Shah Reza, komunitas pemuda haruslah dirangkul. Menurutnya, pemerintah jangan menutup mata dengan keberadaan komunitas pemuda, karena generasi muda dalam komunitas ini turut mengawasi kinerja pemerintah.
Jadi, bukan hanya menonton bola menghabiskan kopi, tetapi ada di benak kami untuk dan kembali melihat saudara-saudara kami yang pendidikannya tidak merata seperti di Pulau Aceh itu,” kata Shah Reza.
Dia turut mengoreksi kinerja pemerintah yang belum maksimal. Proyek fisik besar-besaran terus digenjot, namun pendidikan di daerah terisolir sangat memprihatinkan. Seharusnya dana-dana itu digenjot buat pendidikan dan kesejahteraan masyarakat yang kurang mampu, karena tidak sedikit masyarakat yang menangis hanya untuk makan, ujarnya.
Shah Reza berharap pemerintah merangkul komunitas anak muda yang ada di Banda Aceh. Kami punya tenaga, pikiran yang positif guna membantu pemerintah dalam menyejahterakan masyarakat khususnya di daerah pedalaman. Jangan tutup mata dengan kegiatan sosial yang dilakukan komunitas-komunitas di Aceh, katanya.[]
Laporan Ramadhan




