SUBULUSSALAM – KNPI Kota Subulussalam mengecam kebijakan DPP KNPI pusat memindahkan pelaksanaan Kongres XV KNPI sejatinya digelar di Aceh mulai 15-18 Desember namun akhirnya beralih ke Jakarta.

"Kami mengecam keras dan menyayangkan kebijakan DPP membatalkan kongres pemuda XV di Aceh, DPP telah bermain-main dan sengaja mempermalukan pemuda Aceh," kata Ketua KNPI Kota Subulussalam, Edi Sahputra Bako kepada portalsatu.com/, Jumat, 14 Desember 2018.

Menurut Edi alasan DPP KNPI memindahkan kongres dari Aceh ke Jakarta dinilai tidak relevan karena hanya faktor biaya transportasi sebagaimana yang tertuang dalam surat Nomor: 1366/DPP-KNPI/XII/2018 tentang permohonan bantuan ditujukan kepada Plt Gubernur Aceh.

“Isinya meminta bantuan transportasi 650 peserta berupa tiket pulang dan pergi dan itu tidak diakomodir oleh Pemprov Aceh,” ungkap Edi.

“Kami  menilai permintaan seperti itu tidak logis dan terlalu cengeng,” kata Edi menyesalkan karena kongres pemuda batal dilaksanakan di Aceh.

Menurut Edi, sejatinya dalam menghadiri kegiatan kongres pemuda, pihak DPP juga harus berkontribusi untuk mensukseskan ivent tersebut, bukan meminta-minta karena itu tindakan yang sangat memalukan.

“Seharusnya pihak DPP berkontribusi untuk mensukseskan pelaksaanaan kongres bukan meminta-minta ongkos pada kami di daerah, karena pelaksanaan kongres merupakan tanggungjawab utama DPP,” tegas Edi Sahputra.

Ia mengatakan kongres pemuda oleh DPP telah menciderai demokrasi dan aturan organisasi di tubuh KNPI. Menurutnya, Ketua DPP KNPI pusat, Muhammad Rifai Darus dengan semena-mena memutuskan dalam rapat pleno pemindahan lokasi kongres sejatinya di Aceh beralih ke Jakarta dijadwalkan 18-21 Desember 2018.

“Apakah DPP tidak melihat betapa lelahnya kita di daerah mempersiapkan pelaksanaan kongres, baliho dan spanduk sudah naik di seluruh penjuru Kota Banda Aceh,” ujarnya.

“Namun dengan tiba-tiba DPP membatalkannya, Muhammad Rifai Darus harus bertanggungjawab, harga diri pemuda Aceh kini telah dipermainkan,” timpalnya kembali.[]