SUBULUSSALAM – Konsultan Jerman yang membidangi masalah lingkungan kawasan rawa Singkil menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Koperasi Mutiara Jaya Kota Subulussalam yang berlangsung di gedung serbaguna kompleks pendopo wali kota setempat, Rabu, 12 Juli 2017.
Penandatanganan MoU tersebut turut disaksikan Setdako Subulussalam, H. Damhuri dan sejumlah kepala dinas, badan dan kantor serta sejumlah koperasi dalam wilayah Kota Subulussalam.
Ketua Koperasi Mutiara Jaya Kota Subulussalam, Iskandar kepada portalsatu.com mengatakan, kerjasama tersebut dalam rangka memajukan ekonomi pedesaan di Bumi Syekh Hamzah Fansuri.
Pihak konsultan Jerman, kata Iskandar, siap membantu pengembangan potensi ekonomi pedesaan seperti kerajinan bambu, rotan dan mebel kayu serta kerajinan lainnya.
Lebih lanjut, Iskandar menjelaskan, bantuan diberikan seperti mengadakan pelatihan kepada pengrajin dan menyediakan alat untuk mendukung usaha pengrajin dalam rangka mendongkrak pertumbuhan ekonomi di pedesaan.
MoU ini, sebut Iskandar, momentum yang tepat bagi pengrajin agar kreatif dan berinovasi dalam melahirkan kerajinan tangan, baik itu terbuat dari bambu, rotan dan kayu.
“Poin terpenting dari MoU ini, pihak konsultan Jerman akan memberikan pelatihan, membantu peralatan yang dibutuhkan perajin nantinya,” kata Iskandar.[]



