BANDA ACEH – Koordinator Forum Politik Cerdas Berintegritas (FPCB), Said Fuadi mengatakan seremonial Milad GAM penting, tapi harus memberikan dampak agar masyarakat Aceh terus berjuang demi Aceh.
“Memperingati Milad GAM penting diadakan setiap tahunnya guna mengenang bagaimana sulitnya suatu proses perjuangan menuju kemenangan. Namun yang lebih penting adalah bagaimana seremoni itu harus memberikan dampak dan sentuhan hati untuk terus berjuang demi Aceh,” ucap Said Fuadi kepada portalsatu.com, 4 Desember 2016.
Mantan Ketua DEMA UIN Ar-Raniry ini mengatakan, saat ini perjuangan rakyat Aceh tidak dilakukan dengan senjata lagi. Akan tetapi perjuangan dilakukan dengan ilmu pengetahuan.
“Walau tanpa senjata lagi, pena bisa menjadi modal untuk segalanya demi melanjutkan perjuangan yang telah kita mulai dulunya,” kata Said.
Said juga mengatakan, pembentukan GAM bukan hanya semata untuk berperang apalagi merebut kekuasaan. Namun GAM sejatinya dibentuk untuk kesejahteraan rakyat.
“Dibentuknya GAM bukan semata untuk berperang, tapi gerakan ini dibentuk demi misi kesejahteraan rakyat dan mengembalikan Aceh pada hakikatnya,” kata Said.
Bagi Said, perdamaian bukanlah pintu akhir perjuangan, karena pada dasarnya di sanalah dimulainya perjuangan sejati. Ia meminta kepada calon pemimpin Aceh untuk bersatu memajukan Aceh.
“Semua kita punya misi yang sama untuk memajukan Aceh. Lantas kenapa kita saling mengklaim bahwa kitalah yang paling berhak memajukan Aceh,” kata dia.
Ia meminta semua pihak untuk melanjutkan perjuangan Aceh, tapi dalam konteks yang berbeda.
“Hari ini kita mulai berperang bersama melawan kemiskinan dan sebagainya. Juga dibutuhkan bersatunya kita semua. Para pejuang, orang kaya. umara, ulama, pemuda dan sebagainya. Menjadi awal perjuangan baru dalam peringatan 4 Desember ini,” kata Said.[]




