Rabu, Juli 24, 2024

Hendry Ch Bangun Tanggapi...

JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Hendry Ch Bangun menegaskan,...

Puluhan Personel Polres Aceh...

LHOKSUKON - Polres Aceh Utara melakukan tes narkoba melalui metode tes urine menggunakan...

Ini Kata Abu Razak...

BANDA ACEH – Venue atau tempat pelaksanaan pertandingan 33 cabang olahraga wilayah Aceh...

DPMPPKB Aceh Utara dan...

ACEH UTARA - Penjabat Bupati Aceh Utara diwakili Plt. Asisten I Sekda Dr....
BerandaBerita LhokseumaweKoperasi Mon Jaya...

Koperasi Mon Jaya Lhokseumawe Terima Bantuan Kendaraan Berpendingin

LHOKSEUMAWE – Koperasi Produsen Serba Usaha Mon Jaya, Desa Hagu Barat Laut, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, menerima bantuan satu kendaraan berpendingin dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Senin, 6 September 2021.

Bantuan tersebut hasil advokasi H. TA. Khalid, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Gerindra Dapil Aceh II, yang pada tahun 2020 lalu juga telah memfasilitasi bantuan mesin ice flake dari KKP untuk Koperasi Mon Jaya.

Penyerahan bantuan motor tiga roda berpendingin itu dilakukan Direktur Pemasaran Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Ditjen PDSKP) KKP, Machmud, M.Sc., kepada pengurus Koperasi Mon Jaya di lokasi pabrik ice flake. Turut hadir Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Pangan (DKPPP) Kota Lhokseumawe, Mohammad Rizal, S.Sos., M.Si., Ketua DPC Partai Gerindra Kota Lhokseumawe, H. Ismuha Ismail, dan anggota Koperasi Mon Jaya.

Direktur Pemasaran Ditjen PDSKP KKP, Machmud berharap bantuan kendaraan berpendingin tersebut dapat membantu kelancaran pemasaran ice flake di Kota Lhokseumawe. Machmud menyampaikan apresiasi kepada TA. Khalid yang telah memperjuangkan bantuan tersebut di KKP untuk memaksimalkan kegiatan usaha koperasi yang dijalankan masyarakat.

Kepala DKPPP Kota Lhokseumawe, Mohammad Rizal, mengatakan potensi perikanan Lhokseumawe dari hasil tangkap dan budidaya mencapai 14 ribu ton pertahun. Untuk mendukung pengelolaannya dibutuhkan ketersediaan es yang mencukupi. Dengan adanya bantuan kendaraan pendingin itu, kata Rizal, akan membantu Koperasi Mon Jaya dalam pemasaran es flake.

“Harapan kita, Koperasi Mon Jaya bisa memanfaatkan bantuan ini sebaik mungkin untuk mengembangkan usahanya, serta menyediakan es yang berkualitas kepada nelayan dan pedagang ikan,” ujar Rizal.

Rizal menyampaikan terima kasih kepada KKP RI yang telah mempercayakan Koperasi Mon Jaya Lhokseumawe sebagai penerima bantuan kendaraan berpendingin, dan sebelumnya sudah dibantu mesin produksi ice flake. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada TA. Khalid yang telah memfasilitasi bantuan tersebut.

Secara terpisah, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Gerindra, H. TA. Khalid, mengatakan Koperasi Mon Jaya salah satu koperasi yang memproduksi es untuk kebutuhan nelayan dan pedagang ikan di Kota Lhokseumawe. TA. Khalid yang juga Ketua DPD Gerindra Aceh mengharapkan dengan adanya bantuan kendaraan tersebut semakin memperlancar pemasaran es, sehingga akan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat di Lhokseumawe, terutama di sektor perikanan dan perdagangan.

Diberitakan sebelumnya, Anggota Komisi IV DPR RI, TA. Khalid, meresmikan pengoperasian dua mesin ice flake dikelola Koperasi Produsen Serba Usaha Mon Jaya, di Desa Hagu Barat Laut, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Rabu, 28 Oktober 2020.

Dua mesin produksi es itu mulanya merupakan bantuan KKP RI untuk kelompok masyarakat di luar Aceh, beberapa tahun lalu. Karena kedua mesin tersebut tidak difungsikan (mangkrak), TA. Khalid sebagai Anggota Komisi IV DPR (salah satu mitra kerjanya KKP), mengadvokasi hingga bantuan itu diberikan kepada Koperasi Mon Jaya Lhokseumawe.

Dua mesin dengan kepasitas produksi tiga ton es per hari tersebut sekarang sudah dioperasionalkan untuk melayani kebutuhan es bagi nelayan dan pelaku usaha kecil di Lhokseumawe.

Menjawab wartawan usai peresmian Unit Usaha Ice Flake ‘Cempaka Putih’ itu, TA. Khalid menjelaskan awalnya pengurus Koperasi Mon Jaya menjumpai dirinya untuk menyampaikan tentang kebutuhan es di Lhokseumawe.

“Setelah saya turun ke lapangan memang Lhokseumawe butuh (mesin produksi) es. Karena ini menyangkut kebutuhan masyarakat, saya mencari di mana ada bantuan KKP berupa mesin produksi es yang tidak berproduksi. Akhirnya saya dapat dua mesin mangkrak itu di provinsi lain, salah satunya di Indonesia wilayah timur, saya advokasi untuk diberikan kepada Koperasi Mon Jaya Lhokseumawe, supaya dioptimalkan,” kata TA. Khalid.

TA. Khalid merasa bersyukur hasil advokasinya itu sekarang bermanfaat untuk masyarakat Lhokseumawe. “Alhamdulillah, walaupun mesin ini keluaran tahun lama, Koperasi Mon Jaya berhasil memaksimalkan, malah ada alat dari mesin lama itu yang hilang, dibeli lain dengan uang mereka sendiri, termasuk freezer box (tempat penyimpanan es). Tentu ini sangat luar biasa, saya merasa bangga dan terharu atas optimalisasi mesin produksi es yang dilakukan koperasi ini,” tuturnya.[](ril)

Baca juga: