Karya Taufik Sentana*

Koran pagi tiba
di depan rumah
atau di meja warkop
dan kantor kantor.

Oleh kerja peloper, koran pagi
seakan merawat
literasi dan aksara kita.
saat semua informasi
telah terangkum dalam 
sentuhan tangan digital.

Saat koran pagi hadir
di depan kita,
ia bisa sekaligus menjadi teman
dan musuh kita.
Muatan isinya masih butuh
seleksi dan pespektif yang lain.
Dan koran pagi mungkin akan jadi
menu dialog kita, 
sambil berseloroh-tertawa
serta saling komentar.

Pun, di tengah era yang begitu cepat ini
koran pagi mungkin hanya sebagai pelengkap waktu dan sejarah kita. Sebab kini, setiap detik kita bisa dapatkan berita baru. Kita tinggal klik dan sentuh saja.

Apa yang penting kemudian:
Berita, baca, pespektif dan makna?
Nanti, apakah koran pagi akan jadi elegi.[]

*Peminat sastra pop.
Mengelola kelas menulis kreatif