SUBULUSSALAM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Subulussalam, menyalurkan bantuan masa panik kepada 9.465 jiwa dari 2.226 Kepala Keluarga (KK) korban banjir di Kecamatan Rundeng, Sultan Daulat dan Kecamatan Longkib, Minggu, 12 November 2017.
"Bantuan masa panik untuk korban banjir sudah sampai dan langsung kita salurkan kepada korban banjir," kata Camat Rundeng, Irwan Faisal kepada portalsatu.com/ usai menerima bantuan masa panik yang diserahkan Kepala BPBD, Nesal Putra.
Irwan Faisal menjelaskan di Kecamatan Rundeng terdapat 16 desa berjumlah 4.652 jiwa dari 1.109 KK terkena dampak banjir kiriman dari Aceh Tenggara sejak beberapa hari terakhir. Banjir kiriman ini menyebabkan masyarakat tidak bisa menjalankannya aktivitas sehari-hari akibat permukiman mereka direndam air.
Dia menyebutkan volume air sempat surut pagi tadi. Namun, menjelang petang volume air Sungai Soraya kembali naik.
“Khusus Desa Suak Jampak, warga sebagian sudah mengungsi ke rumah tetangga yang lebih tinggi, kita khawatir banjir makin besar saat malam hari,” katanya.
Berdasarkan data yang dihimpun portalsatu.com/ di Kecamatan Sultan Daulat, korban banjir mencapai 741 KK atau 3.235 jiwa. Sebanyak 26 KK di antaranya terpaksa mengungsi akibat rumah mereka terendam air.
Sementara di Kecamatan Longkib tercatat sebanyak 376 KK atau 1.578 jiwa terkena dampak banjir kiriman dalam beberapa hari terakhir. Meski banjir sudah sampai ke lantai rumah, tetapi warga masih bertahan di rumah masing-masing sambil berharap air segera surut.
Informasi yang dikumpulkan wartawan diketahui tiga kecamatan ini langganan banjir kiriman dari Aceh Tenggara setiap menjelang akhir tahun. Meski di wilayah Kota Subulussalam hujan tidak lebat, tetapi banjir bisa saja datang jika wilayah hulu sungai, Aceh Tenggara, dilanda hujan lebat.
“Tadi saya hubungi kawan di Aceh Tenggara di sana sedang hujan lebat, makanya Sungai Souraya di Rundeng kembali meluap,” kata Camat Rundeng Irwan Faisal.[]


