LHOKSUKON – Korban banjir di Gampong Trieng Krueng Kreh, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara mengeluhkan menderita sejumlah penyakit pascabanjir, mulai dari gatal-gatal, diare, kutu air, hingga batuk dan demam. Selain itu, korban banjir juga mengeluh kekurangan obat-obatan.

“Banyak warga yang mengalami gatal-gatal, demam, diare, dan batuk pascabanjir. Untuk bahan makanan atau sembako, walau tidak banyak, masyarakat sudah mencicipi. Saat ini yang kami butuhkan suplai obat-obatan,” ujar Ismail Yunus, Geuchik Gampong Trieng Krueng Kreh.

Keluhan itu disampaikan geuchik secara langsung kepada Sekretaris Komisi VI DPRA yang membidangi sosial dan kesehatan, Azhari Cage, Sabtu, 9 Desember 2017. Komisi VI DPRA bekerja sama dengan Publik Safety Center (PSC) 119 Aceh Utara membuka pemeriksaan kesehatan gratis di gampong setempat.

“Kita menerima laporan bahwa masyarakat korban banjir di Gampong Trieng Krueng Kreh menderita berbagai penyakit yang diakibatkan banjir, seperti gatal-gatal, kutu air, diare, demam, dan batuk. Makanya hari ini kita datang untuk melihat dan memberikan bantuan obat-obatan secara langsung,” ujar Azhari Cage.

Azhari mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap korban banjir di Aceh Utara. 

“Tadi kita juga sudah panggil Kepala Puskesmas (Kapus) Pirak Timu dan meminta membagikan obat batuk kepada korban banjir, baik dewasa maupun anak-anak. Mulai besok akan dibagikan. Tadi kita juga pastikan, apabila Kapus tidak membagikan obat tersebut, maka kita sudah siap mendistribusikan obat-obatan yang dibutuhkan. Penyaluran obat-obatan ini bekerja sama Dinas Kesehatan Provinsi Aceh. Kekurangan itu juga akan kita pikirkan secara pribadi,” ucap Azhari Cage.

Dalam kesempatan itu, Azhari Cage juga meminta pihak Puskesmas dapat memberikan informasi tentang kesehatan masyarakat pascabanjir, termasuk tentang gizi buruk.

“Kita bersama Dinas Kesehatan Provinsi Aceh siap membantu menangani penyakit apa pun yang diderita masyarakat pascabanjir. Persoalan gizi buruk penting untuk diperhatikan karena kekurangan gizi dapat menimbulkan ragam penyakit lainnya,” ujar Azhari Cage. [] (*sar)