LHOKSEUMAWE – Pimpinan Dayah Raudhatul Sa'adah Lhokseumawe, Tgk Faisal Ibrahim, diketahui menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan tragis di Jalan Banda Aceh-Meulaboh, Desa Sawang, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya, Rabu, 26 April 2017 pagi. Almarhum bersama keluarga menumpang mobil minibus Avanza BK 1069 UY yang menabrak bagian belakang truk tronton Mitsubishi BK 9904 BT.

“Istri beliau Iradah, beserta anak Irhamna (11) dan keponakan istri Maulidar (19) juga meninggal dunia,” kata Geuchik Seunubok, Akmal Kasem, yang juga keponakan dari almarhum Tgk Faisal Ibrahim  kepada portalsatu.com/.

Dalam kecelakaan ini, anak almarhum, Auliawati (13), dilaporkan selamat dan harus menjalani operasi di Rumah Sakit Zainal Abidin, Banda Aceh akibat luka parah.  Korban kritis lain adalah Taqwan (35) yang berperan sebagai sopir. Taqwan diketahui masih satu keluarga dengan almarhumah, Iradah, dan tinggal di Blang Panyang, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe.

“Semua jenazah dalam perjalanan ke Lhokseumawe. Barusan saya mendapat kabar masih berada di Leupung, InsyaAllah akan tiba di rumah duka sekitar tengah malam nanti,” kata Akmal.

Kapolres Aceh Jaya, AKBP Riza Yulianto, S.E., S.H., mengatakan, kedua kendaraan itu melaju dari Banda Aceh menuju pantai barat Aceh. Setiba di kawasan Desa Sawang, Avanza yang dikendarai Taqwan menabrak bagian belakang truk tronton.

“Sebelum terjadinya kecelakaan lalu lintas, Avanza No. Pol. BK 1069 UY dikemudikan Taqwan datang dari arah Banda Aceh menuju Meulaboh dengan kecepatan tidak diketahui. Sesampai di TKP, tepatnya di Desa Sawang, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya, mobil tersebut menabrak bagian belakang truk tronton No. Pol. BK 9904 BT yang melaju dari arah yang sama, Banda Aceh-Calang,” kata Riza Yulianto, melalui pesan singkat aplikasi WA, Rabu, 26 April 2017.

Sedangkan dua penumpang lainnya, Nurmiana, 43 tahun, IRT, dan Zakya Nahira, 9 tahun, pelajar, keduanya warga Desa Pulau Rungkom, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara tidak mengalami luka.

Sementara truk tronton disopiri Abdul Jalil, 34 tahun, warga Desa Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat. Bersama Abdul Jalil, ikut serta Hendra Gunawan, 19 tahun, ekspelajar, warga Desa Paru Keude, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya.[]