Minggu, Juli 14, 2024

Tanggapan Ketua DPRK Aceh...

ACEH UTARA - Mendagri Tito Karnavian memperpanjang masa jabatan Pj. Bupati Aceh Utara...

Selamat! 2 Siswa Kota...

SUBULUSSALAM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pengembangan Talenta...

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...
BerandaKorban Perampokan Ditemukan...

Korban Perampokan Ditemukan Kritis Terikat di Alur Sungai

IDI — Seorang korban perampokan ditemukan kritis terikat di sungai. Korban yang masih berstatus pelajar itu dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Abdul Aziz Syah, Peureulak, Aceh Timur..

Kapolsek Peureulak AKP Muhammad Nawawi, Selasa, 17 Maret 2020, mengungkapkan, penemuan korban pertama kali dilaporkan ke polisi oleh Keuchik Seuneubok Pidie, Zulkifli, setelah adanya laporan masyarakat tentang korban yang terikat di alur sungai Alue Nireh, Gampong Seuneubok Pidie, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur.

“Korban diketahui bernama Kahar Muzakar berusia 20 tahun kelahiran Jungka Gajah. Sudah kita tangani dan evakuasi ke Rumah Sakit Sultan Abdul Aziz Syah di Peureulak,” ungkap Muhammad Nawawi.

Nawawi menambahkan, dari hasil interogasi terhadap Kahar Muzakar diketahui bahwa perampokan terhadap dirinya bermula pada Minggu, 15 Maret 2020, sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu Kahar Muzakar sedang menunggu bus di Simpang Empat Gampong Sungai Pauh, Kecamatan Langsa Kota, Kota Langsa, tujuan hendak pulang ke Darul Aman.

Saat menunggu bus, tiba-tiba berhenti satu mobil jenis minibus, enam pria turun menghampiri dan langsung membekap menggunakan kain. Ia dipaksa naik ke minibus tersebut dan membawanya ke arah barat.

“Dalam perjalanan korban dipaksa oleh pelaku untuk menyerahkan barang berharga, korban tidak membawa barang berharga, para pelaku kemudian memeriksa tas ransel miliknya dan mengambil delapan mayam emas berserta uang Rp11 juta,” jelas Nawawi.

Setelah pelaku mendapatkan barang berharga tersebut, mereka memukul leher Kahar Muzakar hingga pingsan dan mengikatnya dengan menggunakan seutas tali plastik warna hitam. “Sekira pukul 05.00 WIB, pelaku menurunkan Kahar Muzakar di bawah jembatan di pinggir Alur Sungai Alue Nireh tempat ia ditemukan oleh warga,” pungkas Nawawi.[rilis]

Baca juga: