LHOKSUKON – Sebanyak 61 warga yang menjadi korban angin puting beliung di Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara, akan dievakuasi ke tenda darurat, Minggu, 26 November 2017. Kemarin, Sabtu, sebagian dari mereka mengungsi ke Polindes setempat. Hingga pukul 17.00 Wib, listrik di lokasi masih padam.
“Ada 13 rumah yang rusak di Baktiya Barat, 12 di Gampong Matang Sijuek Timu, sedangkan satu lainnya di Gampong Lhok Iboih rusak ringan, bagian atap dapur. Di Matang Sijuek Timu, lima rata dengan tanah, tujuh lainnya rusak parah dan ringan,” ujar Camat Baktiya Barat, Edwar, kepada portalsatu.com/, Minggu, 26 November 2017 sore.
Edwar menyebutkan, bantuan tanggap darurat sudah mengalir ke lokasi. Mulai dari Pemkab Aceh Utara, Kodim 0103/Aceh Utara, Polres Aceh Utara, hingga Badan Penanggulagan Bencana Daerah (BPBD).
“Ini saya sedang di lokasi, pukul 17.00 WIB, ada Bupati Aceh Utara, Cek Mad turun langsung. Bantuan tanggap darurat sudah datang, ada juga bantuan lainnya. Terdapat 61 warga yang menjadi korban keseluruhan dari angin puting beliung. Malam ini mereka akan dievakuasi ke tenda darurat yang sudah dibangun. Mulai sore ini juga difungsikan dapur umum. Hingga sore ini listrik masih padam,” terang Edwar.
Sementara itu, Geuchik Gampong Matang Sijuek Timu, Razali menyebutkan, tujuh rumah warga yang rusak, yaitu milik Darmawati, M Kasem, Yufriadi, Arahman Amin, Tarmizi Abdulah, Syuib Basyah dan Saiful Mahdi.
“Lima rumah yang rusak total milik Tarmizi, Herwin Basyari, Ridwan Abdul Manaf, Abdul Hamid dan Basyari Hasan. Ini di lokasi sedang ada Bupati Aceh Utara,” pungkas Razali.
Informasi lainnya yang diterima portalsatu.com/, angin puting beliung kemarin, Sabtu siang juga merusak dua balai pengajian Dayah Nahjatul Fata di Gampong Paya Dua Uram, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara.
“Kemarin kejadiannya pukul 13.30 WIB. Setelah kejadian di Baktiya Barat, langsung di sini (Paya Dua Uram),” kata Bulkhaini Ahmad, warga Gampong Paya Dua Uram via telepon seluler.[]



