MEDAN – Insiden kebakaran yang menghanguskan rumah kos berlantai tiga di Jl Gereja, Lingkaran IV, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Helvetia menjadi perbincangan sejumlah warga. Sebab, sebelum kebakaran terjadi, salah satu penghuni kos terdengar cekcok.

Salah satu saksi mata bernama Yatinah (60) mengatakan, pada Rabu (19/7/2017) malam, penghuni kos di lantai tiga terlibat adu mulut. Namun, wanita berambut ubanan ini tidak tahu pasti siapa nama penghuni kos yang cekcok itu.

“Yang saya tahu, penghuni kos yang gaduh itu orang Aceh. Saya tidak bisa pastikan juga apakah kebakaran ini ada kaitannya dengan ribut-ribut tadi malam,” ungkap Yatinah (20/7/2017).

Ia mengatakan, memang penghuni di lantai tiga kerap cekcok.

Ketika penghuni kos bergaduh, Yatniah mewanti-wanti anak kos jangan sampai membakar kosnya.

“Saya ingatkan itu sama mereka. Kalian kalau cekcok jangan pulak kalian bakar kos ini. Saya bilang juga sama kepala kosnya agar mereka-mereka ini benar-benar didata,” pungkas Yatinah.

Karena muncul kecurigaan penyebab kebakaran kos milik Toga Sianturi, yang tak lain pemilik Yayasan Teladan Medan ini, polisi pun menginterogasi salah satu penghuni kos yang ada di lantai tiga.

Ia adalah Sahat Silverius Silaban.

Ketika diinterogasi polisi, Sahat yang bekerja sebagai guru di Yayasan Teladan tampak gelisah. Ia berulangkali meminta izin pada petugas untuk masuk ke dalam bangunan guna mengambil barang-barangnya.

Namun, ketika diinterogasi polisi, Sahat mengaku tidak ingat apakah ia lupa mencabut colokan listrik atau tidak. Di lantai tiga, katanya, memang ada tiga buah tabung gas.[] sumber: tribunnews.com