Kota itu Bernama Malam
Oleh Taufik Sentana
Tanpa rembulan. Tapi penuh cahaya buatan.
Bising, sibuk dan takut bercampur jadi adonan kota malam yang merayu jiwa.
Dengannya orang orang mengejar bayangan: Bayangan harapan, bayangan kebahagiaan, bayangan keabadian.
Bayangan bayangan itu mengendap, menguap, menyergap pada yang gemerlap ataupun yang pengap.
Semua kita bisa masuk ke kota itu, tanpa visa: untuk sekadar berkaca, membaca gejala atau terlena di jantungnya.
Berita Pagi Ini
Berita yang ditulis dengan kalimat kalimat pendek, tanpa ada gambar dan warna. Pagi ini semua berita bercerita tentang hari kemarin, sebagian tentang yang terjadi barusan. Tentang kesibukan sehari hari…berbelanja, menanak nasi, berkebun, membersihkan meja kantor atau mencuci pakaian kotor.
Sesekali ada berita penemuan kecil, ketika lalat hinggap dan hilang di depan hidung. Orang orang mengukur berapa kecepatan sayapnya. Di ujung berita terangkai beberapa iklan untuk memperbesar mimpi dan mengecilkan lingkar otak.
Engkau bisa memilih berita pagi ini dari ujung jarimu atau dari media konservatif di dekatmu.[]
Taufik Sentana
Guru, peminat seni dan sastra. Menetap di Meulaboh




