LHOKSEUMAWE – Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Kuta Pase akan membukan ruang musyawarah dengan masyarakat Kota Lhokseumawe untuk menampung saran, ide, maupun kritikan positif untuk dijadikan referensi mengawal pembangunan pemerintah.
Kita harus berubah, dulu dari atas ke bawah, ke depan kita akan mulai dari bawah dengan cara membuka ruang musyawarah dengan masyarakat, sehingga apa yang kita perjuangkan di pemerintah benar-benar sesuai dengan keinginan masyarakat, jelas Panglima KPA Kuta Pase, Muhktar Hanafiah, kepada portalsatu.com usai membuka rapat Konsolidasi eks-kombatan GAM Kuta Pase di gedung AAC Unimal, Utuen Kot, Lhokseumawe, Kamis, 11 Mei 2017.
Pria yang akrab disapa Ableh Kandang itu juga menerangkan, pihaknya terus menggembleng para eks-kombatan agar benar-benar memahami konteks KPA secara luas, berwawasan kekinian serta mampu bermitra secara profesional dengan pemerintah maupun pihak-pihak lain.
Konsolidasi yang kita laksanakan ini juga bagian dari usaha kita untuk meningkatkan kapasitas SDM anggota eks-kombatan di wilayah Lhokseumawe dan sekitarnya, jelas Ableh.
Tidak hanya dalam sisi pembangunan, di sisi politik tambahnya, KPA Kuta Pase juga siap menjaring saran dari masyarakat terkait kriteria calon pemimpin Kota Lhokseumawe serta juga calon legeslatif yang akan diusung dalam pilkada maupun pemilihan legislatif ke depan.
Ke depan tidak ada lagi calon yang ditunjuk, semuanya harus dari hasil musyawarah dari tingkat masyarakat, dan juga tingkat eks-kombatan, sehingga ke depan calon dari yang muncul dari KPA benar-benar bekerja untuk rakyat, katanya.[]

