LHOKSEUMAWE – Para mantan kombatan GAM di Kota Lhokseumawe resmi membentuk Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Kuta Pase dalam pertemuan di Hotel Lido Graha, Senin, 21 November 2016, sore. KPA kawasan Lhokseumawe ini sebelumnya tunduk ke KPA wilayah Pase.

Mantan Ketua DPRK Lhokseumawe Saifuddin Yunus alias Pon Pang yang ditunjuk sebagai juru bicara kepada portalsatu.com menjelaskan, Muhktar Hanafiah alias Ableh Kandang menjadi Panglima KPA Wilayah Kuta Pase.

“Hari ini kita bentuk KPA Wilayah Kuta Pase, yang sebelumnya masih berada di bawah wilayah Pase. Keputusan ini sebagai tindak lanjut dari keputusan Mualem selaku Panglima KPA Pusat yang telah memberikan SK pembentukan wilayah baru ini,” ujar Pon Pang.

Ada dua daerah di bawah KPA Wilayah Kuta Pase, yakni Daerah Tgk. Chik Di Mon Lhok meliputi Kecamatan Blang Mangat dan Muara Dua, dan Daerah Tgk. Chik Di Paloh meliputi Kecamatan Banda sakti dan Muara Satu.

Pon Pang menjelaskan, pembentukan KPA Kuta Pase sudah diketahui Panglima KPA Wilayah Pase Tengku Zulkarnaini Hamzah seperti yang tertera dalam SK KPA Pusat.

Dalam rapat tersebut juga ditunjuk Muzakir Taher alias Pakeh sebagai Panglima Daerah Tgk. Chik Di Mon Lhok, dan Husaini Yusuf alias Saini POM Panglima Daerah Tgk. Chik Di Paloh. Sedangkan Heriansyah alias Heri POM disepakati menjabat sebagai Wakil Panglima KPA Wilayah Kuta Pase.

“Untuk deklarasi akan kita gelar sesuai keputusan Mualem. Ketika beliau ada kunjungan ke Lhokseumawe, saat itulah kita deklarasikan KPA Wilayah Kuta Pase,” pungkas Pon Pang didampingi mantan kombatan GAM yang kini Ketua DPRK Lhokseumawe M. Yasir dan sejumlah tokoh ekskombatan GAM lainnya.[]

Laporan Munir