Senin, Juli 15, 2024

Peringati Hari Bhakti Adhyaksa...

BLANGKEJEREN - Kejaksaan Negeri Kabupaten Gayo Lues kembali menggelar bakti sosial (Baksos) dan...

Kapolres Aceh Utara AKBP...

LHOKSUKON - AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., kini resmi mengemban jabatan Kapolres...

Temuan BPK Tahun 2023...

BLANGKEJERN - Badan Pemeriksa Keungan (BPK) Perwakilan Aceh menemukan kelebihan pembayaran pada anggaran...

Pj Bupati Aceh Utara...

ACEH UTARA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menerbitkan surat keputusan (SK) tentang...
BerandaNewsKronologi Menyerahnya Nasrul,...

Kronologi Menyerahnya Nasrul, Mantan Anggota Kelompok Bersenjata Raja Rimba

IDI RAYEK- Nasrul Sulaiman, 30 tahun, warga Gampong Seumanah Jaya yang menyebut dirinya sebagai anggota kelompok bersenjata Raja Rimba telah menyerahkan diri ke Polda Aceh pada Sabtu kemarin, 16 Januari 2016.

Menyerahnya Nasrul tidak lepas dari peran negoisasi yang telah dibangun oleh salah seorang Geuchik Gampong Berandang, Kecamatan Ranto Peureulak Aceh Timur M. Ali Abdullah.

“Sebelumnya sudah satu minggu ia ingin menyerahkan diri, namun ia belum begitu yakin dia akan dijemput oleh siapa. Memang saya bukan geuchik tempat dia tinggal, tapi karena hubungan saya dengan keluarga dan dipercayai oleh Nasrul sehingga dia mau turun setelah kita bujuk-bujuk,” ujar M. Ali menjawab portalsatu.com via telepon selulernya, Senin, 18 Januari 2016.

M. Ali menceritakan, niat Nasrul untuk turun menyerah lantaran ingin memperbaiki semua kesalahannya yang  dinilai telah melanggar hukum. M. Ali turut juga mengakui selama proses negosiasi berlangsung dirinya tidak pernah berjumpa dengan Nasrul di hutan.

“ Dia mau perbaiki nama buruknya. Saya hubungi Nasrul lewat keluarga saja dan menggunakan hp (handphone). Tidak pernah saya berjumpa dengannya di hutan. Karena dia percaya sama saya sehingga kemarin hari Sabtu langsung dia mau turun dan diminta jemput di jalan Cot Girek KM 12 kabupaten Aceh Utara,” katanya.

Geuchik M. Ali mengatakan, sebelumnya dirinya juga pernah berdialog dengan Kapolda Aceh Irjen Pol Husein Hamidi dan Kabid Humas Kombes Pol Saladin membahas proses penjemputan Nasrul.

“Itu permintaan Nasrul sendiri, jadi saya langsung berdiskusi sebelumnya di ruang Kapolda Aceh untuk siapa yang akan menjemputnya. Dan hasil dari itu Nasrul meminta kepada saya untuk dijemput oleh Pak Saladin, karena Nasrul menilai Pak Saladin lah orang yang baik dan dipercayainya,” ujar Geuchik.

Setelah mendapat keputusan itu lanjut M. Ali, dirinya dan Nasrul segera menentukan lokasi untuk dijemput oleh Kabid Humas Polda Aceh. ”Pada hari Sabtu kemarin Pak Saladin bersama ajudannya dan saya segera menjemputnya tanpa pengawalan petugas lain. Dan sesampai di lokasi Nasrul yang sudah dibantu antar oleh warga sudah menunggu di lokasi,” ucap M. Ali.[] (ihn)

Baca juga: