BANDA ACEH – Curah hujan tinggi yang melanda sejumlah kawasan di Banda Aceh dan Aceh Besar menyebabkan Sungai (Krueng) Cut atau sering disebut Krueng Lamnyong, meluap. Hal tersebut berdampak pada aktivitas belajar mengemudi yang kerap beroperasi di bawah jembatan Lamnyong, Banda Aceh, Rabu, 27 Januari 2016.
“Kalau begini kondisinya (air meluap), gimana kita mau kerja,” kata Renal, pemilik tempat belajar mengemudi Junior, di Banda Aceh.
Renal mengaku sejak pagi sudah berada di tenda menunggu peserta yang ingin mengemudi dan aktivitas masih bisa berjalan lancar. “Sejak pagi saya sudah standby di sini dan aktivitas masih lancar, tapi ini (sudah terganggu),” kata Renal.
Ia mengatakan sungai mulai meluap sekitar pukul 12.00 WIB. Hingga saat ini debit air sungai terus meninggi.
Sementara itu, pemilik tempat belajar mengemudi lainnya, Muslim, mengatakan, peristiwa ini juga menganggu aktivitasnya dalam menjalankan usaha dan sudah terjadi berulang kali. “Terganggu. Kalau begini terus-terusan, penghasilan enggak ada. Mau makan apa?” kata Muslim.
Ia menjelaskan, kondisi air yang kian meluap dan meninggi turut menghambat aktivitas mereka. “Susah jadinya transaksi. Belum lagi, saat ini tidak ada tempat untuk pindah,” katanya.
Meski demikian, Muslim bersyukur air naik pada siang hari. Karena, katanya, janji pada hari-hari sebelumnya untuk memandu mengemudi bisa selesai. Ia berharap, debit air sungai cepat surut agar bisa beraktivitas seperti biasa.
Muslim berharap Pemerintah Kota Banda Aceh bisa memerhatikan nasib mereka dan mau menyediakan lokasi lain sebagai tempat usaha mereka.
Pantauan portalsatu.com, meluapnya sungai Krueng Cut ini juga turut menganggu proyek pembangunan jembatan Lamnyong. Terlihat sejumlah pekerja memindahkan barang dan alat konstruksi yang mulai digenangi air luapan.[](bna)



