SUKA MAKMUE – Derasnya hujan yang mengguyur Kabupaten Nagan Raya kemarin sore menyebabkan meluapnya Krueng Tadu di Kecamatan Tadu Raya. Akibatnya, beberapa desa di kecamatan tersebut dilanda banjir.

Banjir yang terjadi sejak Senin malam, 21 Maret 2016, membuat 46 kepala keluarga dengan total 145 jiwa yang bermukim di Gampông Sarah Mantok harus tidur di loteng rumah. Diperkirakan air mulai menggenangi pemukiman warga sejak pukul 20.00 WIB malam tadi. Ketinggian air rata-rata sepinggul orang dewasa.

Pantauan portalsatu.com di tiga desa di Kecamatan Tadu Raya siang tadi, yaitu Gampông Sarah Mantok, Sarah Bate dan Pasi Luah, ketinggian air masih setinggi lutut orang dewasa.

Selain itu, jalan yang menghubungkan Gampông Sarah Mantok dengan Pasi Luah dan beberapa gampông lainnya juga ikut digenangi air dengan ketinggian 40 sentimeter. Hal ini membuat transportasi masyarakat kedua wilayah lumpuh.

“Kondisi air saat ini sudah sedikit surut, dibandingkan semalam, tapi untuk transportasi kedua wilayah masih terganggu,” kata Geuchik Sarah Mantok, Asnawi , kepada portalsatu.com.

Saat ini kata Asnawi, warga hanya berdiam diri di rumah dan menunggu air surut, sedangkan untuk perekonomian lumpuh total karena ladang warga juga digenangi air. Hingga saat ini belum ada upaya apa pun dari pemerintah setempat.[](ihn/*sar)

Laporan Riski Bintang di Nagan Raya