CALANG – Program pembangunan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang dilakukan TNI bekerja sama dengan Polri dan masyarakat dikatakan Jenderal Mulyono berbeda dengan program pembangunan seperti biasa.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) tersebut menjelaskan, dalam program TMMD, pihak TNI diminta melakukan perubahan besar dengan dana yang secukupnya.
“Duitnya sedikit, tetapi bisa dikerjakan atau targetnya satu, tetapi bisa jadi tiga. Kelebihan TMMD, dikasih uang sedikit, tetapi hasilnya banyak,” jelas Jenderal Mulyono memberikan arahan pada acara penutupan TMMD ke-99 seluruh Indonesia di Sampoinet, Aceh Jaya, Selasa, 2 Agustus 2017.
Adapun tujuan dari program TMMD, dikatakan jenderal berbintang empat ini, untuk membantu daerah-daerah tertinggal. Oleh karena itu, Jenderal Mulyono kembali mengingatkan bahwa program tersebut sangat berbeda.
“Jangan sampai ada pengecapan TMMD sama dengan kontraktor,” ungkapnya.
“Membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membantu meningkatkan wilayah itu,” ungkapnya lagi.
Sehubungan dengan itu, selama menjalankan TMMD ke-99, mulai 4 Juli 2017 lalu, para prajurit yang bekerja tinggal di rumah-rumah warga. Hal ini dikatakannya menjadi bukti kedekatan rakyat dengan TNI.
“Rakyat adalah ibu kandung TNI, jadi kepentingan rakyat adalah kepentingan TNI,” katanya.
Program yang dijalankan berupa pembangunan fisik seperti infrastruktur jalan, jembatan, pengobatan, masjid, serta meunasah. Sedangkan pembangunan nonfisik berupa sosialisasi empat pilar, narkoba, dan masalah hukum.[] (*sar)



