BIREUEN – Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayjen TNI Niko Fahrizal, M.Tr.(Han)., secara resmi menutup program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 Kodim 0111/Bireuen, di Lapangan Bola Kaki, Desa Meunasah Pulo, Kecamatan Peudada, Bireuen, Kamis, 20 Maret 2025.

Pangdam Niko Fahrizal dalam amanatnya menegaskan bahwa TMMD merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. “Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, namun juga kegiatan nonfisik berupa penyuluhan kesehatan, wawasan kebangsaan, dan pemberdayaan masyarakat,” kata Niko Fahrizal.

Niko Fahrizal menyebut TNI telah berhasil membangun jalan, jembatan, dan fasilitas umum, serta kegiatan sosial lainnya melalui program TMMD itu.

“Kegiatan itu semua bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Semoga, seluruh fasilitas yang ada dapat dijaga dan dimanfaatkan secara maksimal,” ucap Niko Fahrizal.

Pada kesempatan itu, Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-123 Kodim 0111/Bireuen, Letkol Inf Ade Munandar, S.I.Pem., turut menyerahkan senjata api (senpi) ilegal sisa konflik Aceh kepada Pangdam IM, setelah diterima dari warga.

Senpi ilegal yang diserahkan berupa satu pucuk senjata api jenis SS1 beserta tiga magazen, satu pucuk pistol rakitan bersama 30 butir amunisi kaliber 5,56 mm, satu buah magazen pistol, serta dua granat nanas.

Ade Munandar menyampaikan bahwa penyerahan senpi itu oleh warga secara sukarela merupakan hasil pendekatan persuasif dan komunikasi yang baik antara Satgas TMMD dengan masyarakat.

“Kami terus berupaya membangun kepercayaan dan kedekatan dengan masyarakat, karena keamanan adalah tanggung jawab bersama,” jelas Ade Munandar.

Ade Munandar memberikan apresiasi atas kesadaran warga yang menyerahkan senpi ilegal kepada TNI AD demi mewujudkan stabilitas wilayah Kabupaten Bireuen.

Acara penutupan TMMD itu juga dihadiri Danrem 011/Lilawangsa Kol Inf Ali Imran dan Bupati Bireuen Mukhlis.[](A.Halim)