Kucing adalah binatang peliharaan kesayangan nabi. Bahkan ada seorang sahabat yang mengikutinya sehingga disebut ayah kucing (Abu Hurairah).

Saya pernah membaca tulisan tentang bahasa tubuh kucing, juga pernah melihat video tentang kucing yang disiarkan National Geographic, tentang gerakan kucing.

Namun yang kita bicarakan di sini terlepas dari mitos dan penelitian ilmuwan. Ini tentang sifat kucing yang pernah kulihat.

Sejak kecil, saya selalu mendapatkan kucing di rumah, peliharaan ibu. Kadang lucu menghibur kadang mengganggu. Bagi saya sendiri, saat itu, kucing kucing itu mengganggu. Kalau sekarang, saya berusaha menolong semua binatang. Mereka butuh perhatian. Saya berusaha memberi makan setiap kucing yang kutemui. Walaupun begitu saya tidak berencana mencari binatang untuk dipelihara. Biarkan mereka bebas di dunianya.

Kucing-kucing di rumah, dulu, punya sifat masing masing. Ada yang pandai berburu tupai, tikus, dan lain lain. Ada juga yang kesulitan menangkap mangsa.

Rumah kami, di Paloh Dayah Lhokseumawe, dikelilingi kebun kelapa dan semak belukar. Tupai penghuni pohon pohon kelapa.

Kucing yang berhasil menangkap tupai dianggap paling cerdas disebabkan tupai binatang yang bermain di atas pohon dan punya kemampuan melesat cukup baik. Kucing menangkap tupai bukan memburunya di pohon-bermain di  tapi menunggu tupai itu turun ke tanah atau terjatuh.

Kucing adalah binatang pemburu, pemangsa. Sekenyang apapun kita beri makan, ia akan tetap memburu binatang kecil di kebun. Atau, mencuri ikan di rumah kita sendiri dan lebih sering di rumah orang lain.

Ada beberapa kucing yang dinilai pandai dan baik, tidak mencuri ikan di rumah, kadang pulang pagi dengan wajah berlumuran adang. Begitu pula, kucing asing yang suka geumeugruk (membongkar meja dan laci penyimpan makanan) tengah malam di rumah biasanya kucing baik dan manis di rumah lain. Ya, sifat asli kucing memang begitu. Hewan lain pun sama, perkiraannya, hanya satu dari sejuta hewan yang benar-benar mampu empati pada manusia.

Namun, ada satu sifat unik dari kucing, yaitu mereka jarang mati di rumah. Jiboh bangke keudroe. Ketika merasa dirinya akan mati, kucing pergi jauh dari rumah, ke tempat yang biasanya sang tuan tidak menemukannya.

Jadi, jangan harap anda akan menemukan bangkai kucing di rumah, kalau bangkai tikus atau binatang kecil lain yang ditangkapnya, mungkin sering.

*Thayeb Loh Angen