BLANGKEJEREN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues mengaku kecewa melihat kondisi Asrama Mahasiswa dan Mess Pemerintah Gayo Lues si Medan. Pasalnya, kondisi halaman, kamar mandi, aula, dan tempat olahraga bagaikan kandang lembu masa penjajahan.
Pernyataan itu disampaikan H. Ibnu Hasim, Wakil Ketua I DPRK Gayo Lues, Minggu, 6 November 2022. "Padahal hampir setiap tahun ada anggaran perbaikannya, termasuk tahun 2022 ini ada anggaran APBK yang digelontorkan ke Mess Asrama Gayo Lues Medan dengan jumlah yang lumayan," katanya melalui pesan WhatsApp.
Penelusuran portalsatu.com/ di LPSE Kabupaten Gayo Lues, proyek Rehab Asrama/Kantor Perwakilan Medan tahun 2022 ini dimenangkan CV Buntul Nege dengan anggaran Rp272 juta.
"Saya ke Mess Asrama Medan ini dalam rangka kunjungan kerja, dan sempat berbincang-bincang dengan salah satu pengurus asrama yang berstatus honorer dan ke beberapa mahasiswi yang sedang membersihkan ruangan," jelasnya.
Dari keterangan pengurus asrama itu, kata Ibnu Hasim, jumlah pengurus Asrama Medan lima orang, dua PNS sebagai pengawas, dua orang petugas kebersihan (CS), dan satu petugas jaga malam.
"Saya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Gayo Lues agar memperbaiki dan menata kembali pengelolaan asrama dan mess ini, jangan biarkan lagi seperti kandang karena telah menelan banyak anggaran," kata mantan Bupati Gayo Lues dua periode itu.
Sukri, S.E., M.M., Kabag Umum Setda Gayo Lues, mengatakan tahun ini memang ada anggaran rehabilitasi asrama putra dan putri, rehap kamar mandi putra dan putri, perbaikan plafon dan air bersih. Sedangkan untuk mess tidak ada anggaran.
"Menurut saya tidak seperti kandang ternak, mungkin hanya kurang terawat saja dan butuh perawatan. Karena Mess Gayo Lues Medan memang tidak ada anggarannya sama sekali," katanya melalui telepon WhatsApp.[]



