Turki membuka kursus reguler bagi perempuan buta aksara melalui Pusat Pendidikan Umum yang berafiliasi dengan Direktorat Pendidikan Nasional Provinsi dengan dukungan dari Kepala Panti Sosial Kabupaten Hicret.
Sekira seribu orang telah belajar membaca dan menulis di kursus yang dibuka hingga saat ini. 7 anak yang tidak bisa bersekolah karena kemustahilan di masa mudanya, seperti banyak wanita, mengikuti kursus terakhir, Halime Şahin, 70 tahun, yang memiliki 3 cucu.
Walaupun usianya sudah lanjut, Şahin mendaftar di kursus literasi karena kecintaannya pada membaca Alquran, dan memberi contoh dengan tekadnya.
“Tujuanku mengikuti kursus literasi adalah untuk belajar Alquran dengan lebih mudah,” kata Halime Şahin yang memiliki 7 orang anak dan 9 orang cucu tersebut.
Dia menceriutakan keluarganya tidak punya uang, tidak ada sekolah di desa. Anak perempuan juga tidak dikirim ke sekolah.
“Sebelumnya, saya tidak tahu apa-apa, tetapi berkat guru saya, saya mengenal huruf. Saya harap dapat melakukannya dengan lebih baik. Sekarang saya tahu huruf-hurufnya, saya bisa menulis nama saya. Semoga Allah senang dengan guru dan kepala desa saya. Saya ingin mempelajari hal ini ketika saya pergi ke rumah sakit untuk membaca rambu-rambu atau membaca prasasti ketika sebuah mobil lewat. Saya akan mengatakan bahwa sangat baik bagi orang seperti saya untuk mempelajari hal seperti itu. Jika dia bekerja sebagai kepala seseorang, dia akan menjadi lebih baik dan mempelajari segalanya, bahkan jika dia sudah tua. Membaca tidak ada usia, bisa dibaca pada usia berapa pun,” kata Sahin.



