TAKENGON – Sejak resmi beroperasi pada 15 Agustus 2016 lalu, Laboratorium Kateterisasi Jantung RSU Datu Beru Takengon sudah menangani 15 pasien penyakit jantung.

“Hingga saat ini sudah ada 15 pasien, dan semuanya dapat dilayani atau ditangani dengan hasil yang memuaskan,” kata Direktur RSU Datu Beru, dr. Hardi Yanis, melalui siaran pers Kamis, 1 September 2016.

Bahkan, kata Hardi di antara 15 orang tersebut ada 2 pasien yang penyakitnya tergolong parah dan biasanya harus diambil tindakan operasi by pass untuk mengatasinya. Namun, dengan alat yang dimiliki Datu Beru, kedua pasien tersebut juga dapat ditangani tanpa harus menjalani operasi by pass.

Hadirnya pelayanan Lab Kateterisasi di RSU Datu Beru, menurut Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin, merupakan suatu program pelayanan kesehatan yang monumental untuk membantu masyarakat, khususnya di wilayah tengah Aceh ataupun Aceh secara umum.

Pasalnya, banyaknya warga penderita penyakit jantung dan pembuluh darah masih belum berimbang dengan ketersediaan unit layanan. Seperti di Aceh, pelayanan kateterisasi jantung selama ini hanya ada di Rumah Sakit Zainoel Abidin Banda Aceh. Itu pun harus antre hingga beberapa bulan bagi seorang pasien untuk mendapatkan pelayanan.

“Hadirnya unit lab kateterisasi jantung merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ujar Nasaruddin.

Secara umum, di Indonesia menurut Konsultan Penyakit Jantung Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta DR. dr. Muhammad Yamin, Unit Lab Kateterisasi Jantung masih sangat sedikit.

“Patut disyukuri, tidak banyak daerah yang memiliki unit lab kateterisasi jantung, bahkan ada provinsi yang belum punya, memang ini juga tergantung komitmen pimpinan daerahnya,” kata Yamin yang turut hadir ketika Lab Kateterisasi Jantung RSU Datu Beru diresmikan.

Yamin juga mengakui, Unit Lab kateterisasi Jantung di Takengon menjadi yang pertama dimiliki daerah setingkat kabupaten dan kota di luar Pulau Jawa.[](ihn/*sar)