TAKENGON – Petugas Dinas Kesehatan Aceh Tengah menemukan lima penderita HIV-AIDS berusia produktif di tahun 2016. Virus yang telah menyebabkan tiga diantara penderita meninggal dunia ini diduga kuat terjangkit di Aceh Tengah.
“Kasus tahun ini yang kita temukan adanya pergeseran fenomena, yakni virus itu terjangkit di Aceh Tengah. Kalau dulu penderita terjangkit sekembalinya dari perantauan,” kata Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK), Nurhayati Simanjorang, kepada portalsatu.com, Rabu, 23 November 2016.
Dia menduga penyebab terjangkitnya virus HIV-AIDS ini lantaran hubungan seks.
Berdasarkan catatan pihaknya, terhitung sejak 2006 hingga 23 November 2016, jumlah penderita HIV-AIDS di Aceh Tengah mencapai 20 kasus. Sebanyak 14 pasien diantaranya dinyatakan meninggal dunia. Sementara enam pasien lainnya telah bekeluarga dan salah satunya masih balita.
“Menjadi kendala kita saat ini, keluarga penderita belum mau diperiksa, maka tidak tahu kita apakah mereka terjangkit atau tidak,” katanya.
Dia mengatakan petugas tidak bisa memeriksa tanpa izin. Hal ini telah diatur dalam peraturan tertulis.
“Maka kita imbau saja supaya dapat mengizinkan petugas untuk diperiksa, karena suatu saat nanti juga akan ketahuan jika kondisi tubuh penderita sudah memburuk. Lagipun ditakutkan penyebaran virus itu akan semakin melebar,” ujarnya.[]



