LHOKSUKON – Sebanyak 51 tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lhoksukon mengikuti skrining kesehatan untuk pemeriksaan skrining HIV dan sifilis. Kegiatan itu program Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Utara melalui Puskesmas Lhoksukon bekerja sama dengan Lapas setempat, Rabu, 14 Juni 2023.
Kegiatan itu dipandu Pengelola Program HIV pada Puskesmas Lhoksukon, Ns. Susanti Lesiana Sari, S.Kep., dan sejumlah tenaga kesehatan lainnya. Plt. Kalapas Lhoksukon, Rusli, ikut mendampingi tenaga kesehatan dalam proses skrining tersebut.
Sebelumnya, juga telah dilaksanakan skrining kesehatan bagi warga binaan di Lapas Lhoksukon, 8 Maret 2023.
Pengelola Program HIV pada Puskesmas Lhoksukon, Ns. Susanti Lesiana Sari, kepada wartawan mengatakan ini merupakan skrining kedua yang dilakukan di Lapas Lhoksukon selama memasuki tahun 2023. “Karena skriningnya pertiga bulan dan dalam setahun empat kali dilaksanakan sesuai MoU dengan pihak Lapas. Kali ini terdapat 51 orang (tahanan) yang diskrining,” ujarnya.
“Terutama kita lakukan pemeriksaan kesehatan itu terhadap warga binaan atau tahanan yang baru. Skrining ini untuk penyakit HIV dan infeksi menular seksual, dan hasilnya semua negatif. Artinya, mereka tidak ada yang terinfeksi HIV dan sifilis,” kata Susanti Lesiana Sari.
Sedangkan kegiatan serupa di luar Lapas juga gencar dilakukan skrining populasi berisiko. Misalnya, terhadap ibu hamil, dari LSL (salah satu kelompok berisiko tinggi penularan HIV/AIDS), pasien terjangkit penyakit TB, dan sebagainya.
“Kami mengimbau kepada masyarakat yang mempunyai faktor risiko. Misalnya, suka berganti-ganti pasangan, pengguna narkoba suntik, itu boleh dilakukan skrining HIV ke Puskesmas Lhoksukon. Jadi, bisa kita lakukan skrining di lab (laboratorium), dan pengobatannya seandainya positif terjangkit HIV/AIDS maka kita sediakan obat ARV-nya (Antiretroviral),” ujar Susanti Lesiana Sari.
Plt. Kalapas Lhoksukon, Rusli, menyebutkan, yang dilakukan skrining itu merupakan para tahanan baik tanahan Jaksa maupun Kepolisian. Karena untuk warga binaan di Lapas sudah mengikuti skrining pada Maret 2023. Ini rutin dilaksanakan dalam setahun empat kali, yaitu Maret, Juni, September dan Desember.
“Pemeriksaan kesehatan itu bertujuan untuk mensterilkan di dalam Lapas. Apalagi tahanan baru masuk belum tahu kita apakah ada HIV atau penyakit paru dan lainnya, sehingga diperlukan skrining. Tapi tidak hanya skrining HIV, juga untuk semua jenis penyakit tetap kita melakukan koordinasi terus pihak Dinas Kesehatan Aceh Utara melalui Puskesmas Lhoksukon, tentunya ini sangat penting dilakukan,” ujar Rusli.
Menurut Rusli, jumlah warga binaan dan tahanan sekarang sebanyak 398 orang, termasuk perempuan. Selain itu, di Lapas Lhoksukon juga ada perawat khusus untuk menangani kesehatan mereka jika mengelami gejala penyakit ringan. Namun, jika tidak memungkinkan ditangani maka dibawa ke Puskesmas ataupun rumah sakit dengan pengawalan ketat sesuai SOP.[]





