Jumat, Juli 19, 2024

Rekomendasi HUDA Berisi 22...

BANDA ACEH - Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB HUDA) mengeluarkan rekomendasi...

Lebih 170 Bangunan Rusak...

ACEH UTARA - Sebanyak 173 bangunan dilaporkan rusak akibat diterjang badai (hujan deras...

Inilah Struktur Lengkap Kepengurusan...

BANDA ACEH - Ketua Umum Majelis Syuriah Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh...

Samsul Azhar Dilantik sebagai...

BANDA ACEH - Pj. Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, melantik Samsul Azhar sebagai Pj....
BerandaLagi, Satu Personel...

Lagi, Satu Personel Polres Aceh Utara Dipecat

LHOKSUKON – Kepolisian Resor Aceh Utara kembali menggelar upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) bagi satu anggotanya yang terlibat narkoba dan desersi kedinasan. Upacara itu digelar di Aula Tribrata itu dipimpin Waka Polres Kompol Suwalto, Kamis, 30 November 2017.

“Upacara PTDH ini digelar untuk Bripda Samiran dengan pelanggaran penyalahgunaan narkoba dan desersi. Ia lulus kepolisian pada tahun 2006, terakhir, ia tercatat sebagai anggota Sabara,” ujar Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata, melalui Waka Kompol Suwalto saat ditemui portalsatu.com di Polres setempat.

Kata Suwalto, upacara PTDH itu sangat tidak diharapkan, tetapi semua hal yang dilakukan anggota Polri harus sesuai ketentuan hukum yang ada. Setiap kegiatan yang dilakukan itu ada reward dan punishment. Artinya, ada hukuman atau sanksi bagi yang melanggar dan ada penghargaan bagi yang berprestasi.

“Tindakan tegas sedari awal sudah kita lakukan, sampai akhirnya upacara PTDH. Setiap tahapan-tahapan upaya pembinaan sudah kita lakukan, mulai dari menempatkan anggota yang melakukan pelanggaran di musala, hingga kita bawa ke pasantren sebulan lamanya. Bahkan kita juga melakukan pendekatan secara emosional. Namun, beberapa dari yang kita bina ini memang sama sekali tidak menunjukkan perubahan atau tidak ada keinginan memperbaiki diri, hingga ujungnya berakhir seperti hari ini, upacara PTDH,” terang Kompol Suwalto.

Suwalto menyebutkan, di bulan November 2017, terhitung sudah enam anggota yang mengikuti upacara PTDH, satu hari ini (Kamis) dan lima lainnya pada 22 November lalu.

“Jika dihitung keseluruhan, tahun 2017 terdapat 10 anggota yang diberhentikan. Sementara pada 2016 terdapat tiga anggota. Rata-rata mereka terlibat narkoba dan desersi kedinasan. Sebenarnya jumlah itu bukan meningkat, tapi ada anggota yang memang masuk pembinaan pada 2016, baru mendapat keputusan PTDH di 2017,” ucap Suwalto.

Waka Polres mengimbau, jangan rusak karir, rumah tangga dan masa depan karena narkoba.

“Berhenti gunakan narkoba, sebelum narkoba memberhentikan Anda,” pungkas Kompol Suwalto.[]

Baca juga: