TAKENGON – Jalur menuju lokasi wisata Pantan Terong, Aceh Tengah, kembali menelan korban. Kali ini satu unit sepeda motor Vario BL 4965 QA, terjun bebas sedalam 30 meter ke jurang pada salah satu tikungan menuju lokasi wisata itu, Minggu, 9 Juli 2017 sekira pukul 10:30 Wib siang tadi.

Akibatnya, Rosmiati, 22 tahun, warga Gampong Blang, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, meninggal dunia setelah dievakuasi ke RSUD Datu Beru Takengon. Sementara pengendara sepeda motor, Muhammad Haris Iqbal, 22 tahun, warga Desa Ude Kecamatan Matang Kuli, Aceh Utara kritis. Ia saat ini juga masih dirawat di RSUD Datu Beru Takengon.

“Kejadiannya itu saat korban menuju pulang, dugaan sementara karena rem kendaraan blong,” kata Kapolres Aceh Tengah mlalui Kasat Lantas AKP Radhika Angga kepada portalsatu.com, Minggu malam, 9 Juli 2017.

Di hari yang sama kata Kasat Lantas, juga telah terjadi laka menjelang magrib di jalur menuju lokasi wisata Pantan Terong. Pengendara kata AKP Radhika Angga, hanya mengalami luka ringan.

“Yang kecelakaan sore tadi sudah tidak ada lagi di RSUD, sudah kita cek barusan,” kata Kasat Lantas.

Sementara itu, Direktur BLUD Date Beru Takengon, dr. Hardi Yanis SpPD mengatakan, jenazah Rosmiati selepas magrib tadi juga sudah dijemput pihak keluarga.

Rawan Laka

Laka tunggal di lokasi wisata Pantan Terong, yang terletak di Desa Bahgie, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah, bukan yang pertama kali terjadi. Terlebih bagi mereka wisatawan yang tidak menguasai medan.

Selama liburan Idul Fitri 1438 Hijriah, Polres Aceh Tengah mencatat telah terjadi tiga kasus laka tunggal di lokasi wisata Pantan Terong hingga merenggut satu nyawa pada hari ini.

“Ini sudah kerap terjadi di jalur menuju Pantan Terong, salah satu penyebabnya karena kurang rambu,” kata salah seorang pemuda Kecamatan Bebesen, Imransyah Efendi kepada portalsatu.com, Minggu malam, 9 Juli 2017.

Pemerintah kata Irmansyah, sudah sepatutnya menjaga keselamatan wisatawan saat mengunjungi lokasi wisata alam Pantan Terong, baik itu melengkapi rambu maupun memberi tiang pembatas pada setiap tikungan tajam yang menurun terjal.

“Pemerintah harus peka dengan kasus laka ini. Aceh tengah ini potensi wisata bagus, maka ketika wisatawan sudah mulai ramai, ya jagalah keselamatan dan kenyamanan mereka,” ujar Irmansyah yang juga salah satu aktivis di tanoh Gayo itu.[]