BANDA ACEH – Pewaris Raja Daya, Tuanku Raja Saifullah Alaidin Riayat Syah, mengungkap posisi inti kerajaan Daya yang saat ini berada di wilayah administrasi Kabupaten Aceh Jaya. Dia menyebutkan lokasi inti kerajaan tersebut kini lebih dikenal dengan Gampong Glee Njong, Lamno, Aceh Jaya.

“Di Gampong Glee Njong, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya itu ada paret kuta, Kuta Dalam, dan Lamkuta,” kata Tuanku Saifullah.

Keturunan raja-raja Aceh ini menyebutkan posisi tepat paret kuta itu berada di Jalan Po Teumeurhom. Paret (parit) ini membelah dua desa yaitu Desa Darat dan Desa Glee Njong.

Di kawasan tersebut menurut Tuanku Saifullah juga terdapat kawasan Lamkuta yang dulunya merupakan istana Kerajaan Daya. Di sini juga terdapat Kuta Dalam yang merupakan wilayah inti Kerajaan Daya, yang menurut Tuanku Raja Saifullah pada masanya daerah ini tidak boleh diakses oleh sembarangan orang.

Sementara parek kuta yang dimaksud merupakan saluran drainase atau parit pembatas dinding istana, seperti halnya struktur istana-istana atau benteng bergaya Eropa. Parit tersebut diperkirakan memiliki lebar lima meter, dengan kedalaman parit juga sekitar lima meter.

“Jadi sebelum dibangunnya tembok keraton (istana), itu ada pemisah dulu, ada paritnya, jadi orang untuk masuk harus naik atau masuk dulu ke dalam parit itu,” kata Tuanku Raja Saifullah.

Masih di Gampong Darat juga terdapat sebuah kawasan yang sedikit lebih tinggi dibandingkan kawasan sekitarnya. Kondisi geografis kawasan ini tidak banyak berubah meskipun sempat dihantam tsunami pada 2004 lalu.

“Memang tinggi, yang namanya adalah Kuta Dalam. Masjid Po Teumeurhom dan makam Po Teumeurhom itu dalam kawasan keraton (istana), nggak jauh dengan Kuta Dalam,” ujar Teungku Saifullah.[]