LHOKSEUMAWE – Sebuah kapal layar (yacht) diduga berasal dari Thailand yang terombang-ambing di perairan dan ditemukan nelayan asal Gampong Pante Gurah, Kecamatan Muara Batu, Sabtu, 11 Januari lalu, sudah dipindahkan ke Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara. Kapal itu telah dipasang garis polisi, Rabu, 15 Januari 2020.

Pengawas Keselamatan Kapal Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) melalui Koordinator Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Lhokseumawe, Yusriadi, dikonfirmasi portalsatu.com/ via WhatsApp, Rabu sore, mengatakan saat ini kapal tersebut berada di Pelabuhan Umum Krueng Geukueh dan dijaga ketat petugas kesatuan penjagaan laut dan pantai (Coast Guard).

“Kapal itu berada di pelabuhan sampai kita tahu siapa pemiliknya atau datang untuk mengambil, tentunya kita berkoordinasi dengan pihak terkait atau dengan Syahbandar,” kata Yusriadi.

(Foto: istimewa)

Menurut Yusriadi, sebelumnya kapal asing tersebut berada di Kolam Jety PPI Krueng Mane, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara. Namun, kemarin (Selasa, 14 Januari 2020) sudah dilakukan serah terima kapal itu oleh pihak Lanal Lhokseumawe yaitu Danposmat TNI AL Krueng Mane kepada pihak KSOP Lhokseumawe yang diwakili pihaknya. Kegiatan penyerahan itu dilakukan di Lobi Mako Lanal Lhokseumawe Jalan KKA Gampong Paloh Igeuh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. 

“Itu kapal layar yang biasa digunakan untuk wisatawan negara asing (WNA). Ketika ditemukan nelayan kondisinya memang dalam keadaan kosong atau tanpa anak buah kapal (ABK),” ujar Yusriadi.

Saat serah terima kapal itu turut hadir Danlanal Lhokseumawe, Kolonel Laut (P) M. Sjamsul Rizal, Danunit Intel Lanal, Kapten Laut (P) Hari Fitrianto, Pasops Lanal, Lettu Laut (P)  Bambang M., Danpos TNI AL Krueng Mane, Serka Kom Didik, perwakilan dari Bea Cukai Lhokseumawe, Nasril Fahmi, KSOP diwakili Koordinator KPLP Lhokseumawe, Yusriadi, dan perwakilan dari Imigrasi Lhokseumawe, Sukartono.[]