LANGSA – Wakil Wali Kota Langsa, Marzuki Hamid, mengatakan pihaknya akan segera mendeklarasikan Kota Langsa sebagai kota layak/ramah anak. Ini untuk menindaklanjuti Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tentang kabupaten kota layak anak.

“Deklarasi sebagai kota layak anak ini ditetapkan dalam Perwal yang dilaksanakan pada akhir Maret atau awal April mendatang,” ujar Marzuki Hamid, di sela-sela menerima kunjungan murid TK Bhayangkari Kota Langsa di halaman Sekretariat Pemko Langsa, Kamis, 25 Februari 2016.

Pihaknya juga akan mengundang Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise, pada saat pendeklarasian nanti.

Untuk mempercepat terwujudnya kabupaten/kota layak anak di seluruh Indonesia, telah diterbatkan empat Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI yakni Undang-Undang (UU) Nomor : 11/2011 tentang kebijakan pengembangan kabupaten/kota layak anak.

Kemudian, katanya, UU Nomor :12/2011 tentang indikator kabupaten/kota layak anak, UU Nomor : 13/2011 tentang panduan pengembangan kabupaten/kota layak anak dan UU Nomor : 14/2011 tentang panduan evaluasi kabupaten/kota layak anak.

Ia mengklaim, selama ini kepedulian Pemko Langsa terhadap anak-anak terutama anak yatim sudah sangat serius. Misalnya dengan memberikan santunan kepada mereka setiap kegiatan safari magrib dan subuh yang berada di setiap gampong.

“Kita harap dengan deklarasi sebagai kota layak/ramah anak ini nantinya dapat memberikan pencerahan bagi orang tua untuk selalu membimbingnya dan melindungi agar kelak menjadi manusia yang berguna bagi bangsa,” katanya.

Deklarasi itu nantinya juga didukung organisasi non pemerintahan Save The Children untuk membantu peningkatan kapasitas pelaksanaannya.

Setelah dideklarasikan sebagai kota layak/ramah anak, nantinya Pemko Langsa akan menilai salah satu gampong dan ditetapkan sebagai pilot project atau gampong percontohan yang dianggap mampu dan serius memberikan perlindungan maupun bimbingan kepada anak-anak.

“Karena hampir di setiap gampong sudah ada lembaga pendidikan setingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) dan kita akan melihat sejauh mana peran serta dan dukungan aparatur gampong bersama masyarakatnya,” kata dia.[](ihn)