LHOKSEUMAWE – Lulusan Universitas Malikussaleh (Unimal) merasa kecewa lantaran tidak bisa melamar kerja pada sebuah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menyelenggarakan rekrutasi pekerja tahun 2016.
Salah satu persyaratan umum untuk mendaftar pada perusahaan itu adalah lulusan S1 dari perguruan tinggi berakreditasi A atau B. Sementara Unimal sampai saat ini diketahui belum terakreditasi.
Awalnya saya mengetahui ada lowongan pekerjaan di Pertamina, di mana infonya bisa dilihat dalam poster yang disebarkan oleh perusahaan tersebut, kata M. Ikhroni, salah seorang lulusan Unimal kepada portalsatu.com, Kamis, 25 Februari 2016.
Lowongan pekerjaan dimaksud Ikhroni adalah pada PT Pertamina Lubricants, salah satu anak perusahaan PT Pertamina (Persero). Ikhroni mengaku mulanya ia sangat berharap bisa melamar pekerjaan di perusahaan tersebut. Namun, ia harus mengurungkan niatnya lantaran terganjal salah satu persyaratan umum.
Saya baca persyaratan yang salah satunya bahwa pelamar merupakan lulusan kampus yang telah berakreditasi A atau B. Sementara Unimal belum terakreditasi, ujar Ikhroni. Jadi, sudah pasti saya kecewa dengan Unimal. Soalnya Unimal sudah negeri dan berusia cukup lama, tapi belum terakreditasi, kata dia lagi.
Ikhroni berharap pihak rektorat Unimal serius memperjuangkan agar institusi perguruan tinggi ini terakreditasi sebagaimana kampus-kampus lainnya di Aceh.
Amatan portalsatu.com pada poster berisi Pengumuman Rekrutasi PT Pertamina Lubricants Tahun 2016 dalam bentuk PDF itu, turut dilampirkan Daftar Perguruan Tinggi Terakreditasi A dan B Tahun 2016″ dengan mengutip sumber dari situs resmi BAN-PT (data per 11 Februari 2016).
Dalam daftar itu hanya ada tiga perguruan tinggi di Aceh yang terakreditasi A dan B, yaitu Unsyiah, IAIN Ar-Raniry (UIN Ar-Raniry, red) dan Politeknik Aceh.[]



