Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaLaporan Perjalanan ke...

Laporan Perjalanan ke Kuala Lumpur

Saya sampai di Bandara KLIA sekitar pukul 14.00 waktu setempat. Setelah menunggu antrean yang mengular, akhirnya visa on arrival disapprove.

Bersama rombongan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Prov. Aceh dan perwakilan Yayasan Pendidikan Ali Hasjmy, saya menuju Kuala Lumpur, tempat berlangsungnya acara yang telah disiapkan jauh-jauh hari.

Agenda saya ke KL adalah untuk menghadiri acara seminar dan MoU untuk pengembangan tentang Ali Hasjmy dan kontribusi intelektualnya untuk Aceh dan Dunia Melayu Raya. Satu kegiatan yang digagas oleh Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh dan Yayasan Pendidikan Ali Hasjmy. Tentu saja, di belakang ini semua, atas usaha keras dari Budayawan besar Malaysia, Prof. Siti Zainon Ismail.

Hari pertama agak melelahkan, karena perjalanan yang memakan waktu hampir seharian dari Aceh. Walaupun, seperti biasa, suasana gembira meliputi, ketika melihat suasana kota dan perkampungan – hal yang terlihat apik di kota Kuala Lumpur.

Dengan mengendarai mobil rental, dari bandara, sampailah kami di hotel. Tentu saja hotel yang berbeda. Saya, memilih hotel yang kecil di pinggiran Bukit Bintang. Rombongan lain memilih hotel di seputaran Bukit Bintang juga, salah satu spot wisata terkenal di KL.

Sebelum kami tiba, rombongan keluarga besar Ali Hasjmy dari Jakarta, sudah terlebih dahulu tiba. Tapi saya tidak berjumpa. Saya dan rombongan, mungkin lebih memilih beristirahat terlebih dahulu.

Setelah meluruskan badan sejenak, alias peu teupat rhung, saya berkeliling Bukit Bintang. Melihat tempat itu di malam hari, adalah pilihan yang menyenangkan.

Sepanjang jalan, mall dan usat perbelanjaan seperti Berjaya Square, Low Yat Plaza, Sunge Wang Plaza dan Pavilion, penuh dengan lampion merah. Rupanya Imlek dirayakan dengan meriah. Hal ini menarik perhatian para wisatawan yang membanjiri Bukit Bintang. Semua gembira.

Di beberapa persimpangan, di depan beberapa plaza yang lebih kecil, orang berkumpul. Rupanya mengitari penyanyi lokal dengan alat musik akustik.

Dengan percaya diri, mereka melantunkan lagu. Penonton antusias, ringgit pun membanjiri penyanyi itu.

Saya ikut pula menonton. Pastilah, akan banyak lagu Malaysia, yang biasa saya dengar di tanah air, akan dilantunkan secara live. Tapi apa yang terjadi, tentu selain lagu Malaysia, mereka malah membawa lagu-lagu Indonesia, mulai dari Wali, Jamal Mirdad, maupun Ari Wibowo, dengan antusias.

Wah, jauh-jauh ke KL, mau dengar lagu Zamani atau Saleem, lagu Indonesia juga yang mengalun syahdu.[]

Penulis: Muhammad Alkaf

Baca juga: