Jumat, Juli 19, 2024

Samsul Azhar Dilantik sebagai...

BANDA ACEH - Pj. Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, melantik Samsul Azhar sebagai Pj....

Ini Kata Camat Tanah...

ACEH UTARA - Pemerintah sedang melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat diterjang badai...

JPU Tuntut Lima Terdakwa...

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum menuntut empat terdakwa perkara dugaan korupsi pada...

Abu Razak Temui Kapolda,...

BANDA ACEH – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh H. Kamaruddin...
BerandaLarangan Makan Sebelum...

Larangan Makan Sebelum Tidur

NEW YORK CITY — Fakta ilmiah menyebutkan makanan berada pada tingkat kelezatan tertinggi ketika dikonsumsli antara pukul 22.00 hingga 02.00 WIB. Terutama ketika makanan itu adalah pizza microwave yang bisa dipanaskan di rumah.

Sayangnya fakta ilmiah ini bisa secara objektif mengerikan bagi manusia. Dalam sebuah studi baru-baru ini, para peneliti di Brigham and Women’s Hospital meminta 110 peserta usia perguruan tinggi untuk mendokumentasikan apa yang mereka makan dan kapan mereka memakannya.

Hasilnya, subjek dengan presentase lemak tubuh dan BMI yang lebih tinggi makan lebih banyak kalori dalam beberapa jam lebih dekat dengan waktu tidur, ketika kadar melatonin mereka dalam keadaan tertinggi.

Menariknya, tim tidak mencatat hubungan antara presentase lemak tubuh dan variabel seperti jumlah kalori atau kandungan gizi makanan. seperti yang dilansir dari GQ, Ahad (5/1), tim peneliti berhipotesis bahwa berkurangnya efek termal makanan pada makanan pada malam hari, yang merupakan jumlah energi dikeluarkan untuk merespons makan, mungkin bisa disalahkan di sini.

Penelitian sebelumnya telah menemukan tingkat TEF yang lebih rendah untuk camilan yang sama ketika dikonsumsi pada dini hari, bukan pada sore hari atau bahkan sebelum tidur. Ketika makan selama siklus sirkadian, tampaknya sama pentingnya dengan apa yang dimasukkan ke dalam tubuh seseorang.

Ada beberapa batasan yang sangat jelas untuk penelitian ini. Yang paling utama di antara mereka tentu saja adalah fakta bahwa subjek tes adalah anak-anak usia kuliah.

“Mungkin tidak mewakili seluruh populasi dalam pilihan atau waktu makanan,” kata penulis.

Tetapi jika ada, mereka menambahkan, ini hanya ada berarti mereka yang memiliki waktu sirkadian sebelumnya mungkin lebih rentan untuk pertambahan berat melalui makanan ringan. Sebab, aktivitas makan tersebut terjadi lebih dekat ke titik awal melatonin. Mereka yang memiliki waktu sirkadian adalah orang-orang yang memiliki pekerjaan dan  tidak memungkinkan mereka untuk pergi keluar lima malam sepekan.

Maka dari itu, berhati-hatilah dengan seberapa sering konsumsi pizza larut malam. Lebih bagus jika disimpan untuk sarapan atau makan siang esok hari.[]Sumber:republika

Baca juga: