ACEH UTARA – Polres Aceh Utara telah memetakan sejumlah titik rawan kecelakaan (laka) lalu lintas dan kemacetan di wilayah hukumnya untuk mengamankan arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Sebelumnya, Kapolres Aceh Utara, AKBP Trie Aprianto, memimpin apel Operasi Ketupat Seulawah yang digelar pada Jumat, 13 Maret 2026. Operasi Ketupat yang akan berlangsung hingga 25 Maret 2026 mendatang melibatkan unsur Polri, TNI, serta sejumlah instansi terkait lainnya.

Kapolres Trie Aprianto melalui Kasat Lantas Polres Aceh Utara, Iptu Sofyan Kurniawan, kepada portalsatu.com/, Kamis, 19 Maret 2026, mengatakan jalur lintas Medan–Banda Aceh menjadi fokus utama pengamanan selama periode lebaran Idulfitri. “Jalur lintas nasional ini memiliki mobilitas kendaraan yang tinggi, sehingga perlu perhatian khusus, terutama di titik-titik rawan,” kata Sofyan.

Berdasarkan hasil pemetaan, menurut Sofyan, titik rawan kecelakaan terpantau di Jalan Medan-Banda Aceh Gampong Bintang Hu, Kecamatan Lhoksukon, dan juga di Gampong Alue Bili Rayeuk, Kecamatan Baktiya.

Adapun kepadatan lalu lintas diprediksi terjadi di persimpangan strategis, yaitu Simpang Empat, Kuta Lhoksukon. Sedangkan di wilayah Kota Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, titik rawan macet berada di Simpang Empat.

Menurut Sofyan, untuk mendukung kelancaran Operasi Ketupat 2026, Polres Aceh Utara telah mendirikan dua pos, yakni Pos Pelayanan di Kota Lhoksukon dan Pos Pengamanan di Pantonlabu.

Sebanyak 18 personel gabungan disiagakan setiap hari di kedua pos tersebut. Mereka terdiri dari unsur kepolisian, TNI (Koramil), Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, serta RAPI.

“Setiap hari personel melakukan pemantauan arus lalu lintas, sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat pengguna jalan,” ungkap Sofyan.

Sofyan mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat berkendara, mematuhi aturan lalu lintas, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima guna menjamin keselamatan selama perjalanan mudik dan balik lebaran.[]