ACEH UTARA– Perkara perceraian di Kabupaten Aceh Utara mencapai 759 pada tahun 2024 yang telah diputuskan Mahkamah Syariah Lhoksukon. Rinciannya, sebanyak 606 perkara cerai gugat (istri menggugat suami) dan 153 cerai talak (suami yang memohon cerai terhadap istri).

Data itu disampaikan Panitera Mahkamah Syariah Lhoksukon, Fauzan, S.H., M.H., menjawab portalsatu.com/, Senin, 6 Januari 2025.

Fauzan menyebut penyebab terjadi perceraian itu lebih dominan karena faktor ekonomi dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). “Juga perselisihan terus menerus, meninggalkan salah satu pihak. Faktor perjudian hingga menyebabkan perceraian juga ada, tapi sebagian kecil saja,” ungkapnya.

Menurut Fauzan, rata-rata perkara perceraian baik cerai gugat maupun cerai talak itu diajukan suami dan istri usia 50 tahun ke bawah. “Memang berbagai latar belakang masalah terjadi, termasuk juga dialami bagi usia muda yang telah menikah,” ujarnya.

“Intinya, dalam berumah tangga ini harus ada penguatan pendidikan atau ilmu agama yang kuat, supaya dapat teratasi dari berbagai persoalan dalam rumah tangga,” tegas Fauzan.

Sebagai perbandingan, kata Fauzan, perkara perceraian yang disidangkan Mahkamah Syariah Lhoksukon pada 2023 sebanyak 879. Yakni, 176 perkara cerai talak dan 703 cerai gugat.

Fauzan menjelaskan total perkara (semua jenis) yang masuk ke Mahkamah Syariah Lhoksukon, Januari sampai Desember 2024 sebanyak 1.518. Namun, beban perkara di Mahkamah Syariah tersebut untuk tahun 2024 sebanyak 1.602, termasuk sisa perkara 2023 berjumlah 84.

Menurut Fauzan, dari 1.602 perkara itu berhasil diselesaikan 1.533 perkara sampai akhir Desember 2024. Sehingga terisa 69 perkara yang belum diputuskan.

Sedangkan pada tahun 2023, Mahkamah Syariah Lhoksukon menerima total semua jenis perkara sebanyak 1.520.

Sementara itu, Mahkamah Syariah Jantho, Aceh Besar pada tahun 2024 menangani 74 perkara cerai talak, dan 337 cerai gugat.

Total berbagai jenis perkara ditangani Mahkamah Syariah Jantho pada tahun 2024 sebanyak 846, dan mampu diselesaikan 843 perkara atau 99,65 persen.

“Hanya tiga perkara tersisa yaitu dua perkara sengketa kewarisan, satu perkara cerai gugat yang diajukan pada pertengahan Desember 2024,” kata Juru Bicara Mahkamah Syariah Jantho, Nurul Husna, S.H.

Baca: Mahkamah Syar’iyah Jantho Selesaikan 843 Perkara di 2024, Ini Rinciannya.[](nsy)