Lelaki itu menemukan puisi di pagi hidupnya, dalam kisah, bayang kebebasan dan keriangan.

Setelah matahari tinggi
puisi itu memandangi sang lelaki:
Menyibak kelopak matanya
Megurai sisa jejaknya
sambil  mencumbui daun daun di tepi kolam.

Orang orang terus berubah.
Kehidupan semakin lapuk.
Orang orang terus mencari
dan semakin sibuk saja.

Lelaki tadi sedang bercermin
ia melihat guratan puisi di dekat keningnya. Sesaat kemudian lelaki itu mendekati pintu, mencoba melihat dan mendengar sesuatu.

Ia berfikir, puisi tadi telah melompat dari keningnya untuk menemukan peristiwa yang baru.[]

Taufik Sentana
Banyak menulis puisi, ulasan dan esai sosial-budaya.