BANDA ACEH – Pimpinan Dayah Ummul Ayman, Waled Nurzahri, menjawab kritikan beberapa pihak yang mempertanyakan fungsi Lembaga Wali Nanggroe (LWN) Aceh.

“Kita minta masyarakat Aceh bersabar dulu. Tuha Peut dan semua pendukung kerja Wali Nanggroe baru dilantik bulan Agustus 2016. Kita kekurangan anggota dan perangkat. Kini baru bisa kerja dengan kemampuan yang ada. LWN ini penting,” Kata Waled Nu, sapaan akrab ulama ini, kepada portalsatu.com, di Banda Aceh, Selasa 11 April 2017.

Waled Nu mengatakan, LWN adalah amanah MoU Helsinki yang merupakan kebanggaan Aceh.

“Sistem khas Aceh hanya LWN ini, kalau gubernur itu perpanjangan pemerintah Jakarta. Orang Aceh harus mendukung LWN. Kalau ada yang belum mendukung, itu karena mereka belum tahu tentang ini. Tak kenal maka tak sayang,” kata Waled Nu.

Waled Nu mengatakan, Wali Nanggroe Aceh bertugas menaungi adat dan kebudayaan Aceh.

“Dalam menjalankan tugas, Wali Nanggroe dibantu oleh Tuha Peuet, Tuha Lapan, dan para keurukon katibul wali,” kata ulama yang merupakan Ketua Tuha Peuet Lembaga Wali Nanggroe Aceh ini.

Wali Nanggroe Aceh ke 9, sekarang, dijabat oleh Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al-Haytar, dengan masa tugas delapan tahun, sisa tugas lima tahun lagi.[]