TAKENGON — Kota dingin Takengon bisa menjadi pilihan liburan akhir tahun yang menyenangkan. Wilayahnya yang berada di ketinggian di atas seribu meter di atas permukaan laut, tak hanya menjanjikan hawa sejuk yang pastinya akan memberikan sensasi tersendiri bagi wisatawan. Namun juga menyuguhkan pemandangan yang sangat memanjakan mata. Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan selama berlibur di Takengon, Aceh Tengah:
Mengunjungi Danau Lut Tawar
Belum sah ke Gayo kalau Anda belum menjejakkan kaki di danau yang luasnya mencapai 5.472 hektare ini. Saking luasnya, Anda bisa mengunjungi sisi danau yang mana saja. Dilihat dari sudut mana pun, danau ini tetap menawarkan pesona dan eksotisme yang luar biasa. Salah satu spot terbaik untuk menikmati panorama danau ada di kawasan Ujong Paking.
Di sini wisatawan bisa merasakan berkeliling sebagian danau dengan naik perahu karet yang ditarik dengan perahu mesin. Ada juga perahu bebek yang muat dua atau tiga orang sekaligus. Tentunya asyik sekali bukan, berkeliling danau sambil berswafoto bersama keluarga atau sahabat?
Sebelum sampai ke Ujong Paking, Anda bisa mampir ke lokasi Loyang Mendale dan Goa Pukes. Kedua situs ini terletak di Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan. Loyang Mendale, berdasarkan hasil penelitian disebut sebagai tempat asal muasal nenek moyang orang Gayo. Di dalamnya terdapat kerangka purba yang usianya mencapai ribuan tahun.
Seru-seruan di Bur Telege
Bur Telege adalah destinasi wisata yang terletak di Kampung Hakim Bale Bujang Takengon. Akses ke lokasi ini cukup mudah dan dekat dari pusat kota. Bur Telege menawarkan panorama berupa hamparan Danau Laut Tawar dan area pemukiman Kota Takengon.
Pastikan baterai ponsel Anda terisi penuh saat ke objek wisata yang satu ini. Pasalnya banyak titik-titik yang sangat instagramable di Bur Telege ini. Ada karpet Aladin yang bisa Anda naiki, memberikan sensasi seolah-olah Anda sedang terbang dari ketinggian tertentu. Ada rumah pohon untuk memandangi panorama yang indah. Ada hammock, yang disediakan khusus bagi pengunjung yang ingin menguji adrenalin.
Setelah lelah berkeliling bukit, ada dua kafe yang bisa disinggahi untuk menyesap kopi Arabika Gayo yang harum dan nikmat. Satu kafe terletak di puncak bukit, dan satunya lagi di dekat pintu masuk utama. Di sini juga tersedia fasilitas seperti toilet umum dan musalla.
Mencoba Gulai Ikan Masam Jing
Jangan lewatkan kuliner yang satu ini. Yaitu olahan ikan yang dimasak dengan racikan bumbu berupa cabai merah, bawang merah, bawang putih, dan kunyit. Yang membuat olahan ikan ini jadi spesial adalah tambahan daun gegarang. Sejenis daun mint namun memiliki aroma yang kuat dan khas. Saat gulai ikannya mendidih aroma daun gegarang ini akan menguar, dan itu adalah masa-masa paling merana bagi indera penciuman kita. Membangkitkan selera makan tak terkira.
Selain gegarang, gulai ikan ini juga diberi empan alias andaliman. Selama ini saya tahunya andaliman itu rempah khas yang mirip seperti lada, dan hanya ada di masyarakat Batak saja. Ternyata masyarakat Gayo juga menggunakan andaliman sebagai salah satu rempah andalannya. Andaliman ini dimasukkan utuh tanpa perlu dihaluskan.
Kopi Gayo
Berlibur ke Gayo tanpa menyempatkan menikmati kopi Arabika rasanya akan hambar. Banyak kedai kopi modern yang kini bermunculan di Kota Takengon. Andalan utama mereka tentu saja berbagai racikan kopi Arabika bercitarasa tinggi. Menyeduh secangkir kopi panas sembari menikmati hawa sejuk, pasti akan menjadi pengalaman tak terlupakan.[]





