SUBULUSSALAM – Kebiasaan para pelajar menumpang becak motor sepulang sekolah melebihi kapasitas tempat duduk dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan mereka.

Sungguh miris melihat kondisi seperti ini terjadi setiap hari ketika anak-anak tersebut pulang dari sekolah kembali ke rumah.

Sebagian dari mereka hanya berdiri atas besi pada bagian belakang becak. Ada juga berdiri dengan lutut akibat tempat yang terbatas. Bahkan ada pula yang nekat berada di atas bak becak dengan badan telungkup.

Amatan portalsatu.com, Senin, 11 Juli 2016 di depan salah satu sekolah, Jalan Malikussaleh, Kecamatan Simpang Kiri, Subulussalam, sekitar pukul 11.30 WIB, para siswa keluar dari pekarangan sekolah terlihat berlarian untuk naik becak motor yang sudah menanti di pinggir jalan itu.

Tidak terlihat rasa ketakutan bagi mereka ketika tukang becak menjalankan motornya. Namun tetap saja kondisi seperti ini membawakan diri mereka.

Pemerintah melalui dinas terkait diminta peduli dengan kondisi ini, mengingat para siswa tersebut merupakan generasi muda penerus masa depan Kota Subulussalam.

“Seharusnya ada aturan yang melarang abang becak menerima penumpang melebihi kapasitas. Ini untuk mencegah terjadi kecelakaan kepada pelajar,” kata Saudi Lingga, warga Subulussalam.[]

Laporan Dirman Bakongan