BANDA ACEH – Tata ruang Kota Banda Aceh terus berubah seiring perkembangan zaman. Perubahan paling radikal terjadi setelah bencana tsunami melanda Aceh. Negara donor melalui Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias menyulap wajah ibukota Aceh ini setelah sebagian besar kawasan rusak parah dihantam gempa dan tsunami pada 26 Desember 2004 lalu.

Portalsatu.com mencoba mengilustrasikan beberapa foto zaman dulu (jadul) Kota Banda Aceh. Foto-foto kondisi kota ini diperkirakan diambil era 1970-an atau 1980-an dan dipublikasi di acehlandtours.com. Bandingkan saja dengan kondisi sekarang:

1. Simpang Lima Banda Aceh

Pemandangan simpang lima Banda Aceh di era 1980-an. Foto diambil dari jalan ke Kuta Alam, masih kelihatan Restoran Solo, sebelumnya bernama restoran Calipso. 

2. Halaman Masjid Raya Baiturrahman

Dulu di depan Masjid Raya Baiturrahman terdapat sebuah bangunan tua yang didirikan masa penyerangan Belanda. Foto di atas terlihat dari sudut samping  bangunan tersebut, atau dari arah timur masuk kota Banda Aceh. Kini tempat tersebut telah menjadi halaman masjid dan Taman Kota.

3. Gedung Mobrig atau Dolog

Gedung tua dan besar ini terletak di jalan Sultan Alaidin Mahmudsyah, dekat jembatan Pante Pirak atau berada tepat di depan kantor Telkom. Bangunan ini sempat dimanfaatkan sebagai markas Mobrig (nama institusi Brimob awal kemerdekaan Indonesia) sebelum akhirnya dipergunakan sebagai Kantor Dolog, tempat menyimpan beras. Sekarang bangunan tersebut telah dibongkar dan tempat itu dijadikan sebagai kawasan hutan kota.

4. Gedung SMP Banda Aceh

Bangunan ini merupakan bekas sekolah Cina bernama Chung Hwa. Lokasinya berada di jalan Syech Mohd Yamin, Peunayong, Banda Aceh. Setelah sekolah Chung Hwa ditutup, gedung ini dijadikan gedung SMP Negeri 4 Banda Aceh

5. Bangunan Sabang Coy

Bangunan Sabang Coy berada di Jalan Diponegoro, tepat di jantung Kota Banda Aceh. Gedung ini pernah dipergunakan oleh pemuda pejuang Aceh sebagai Markas Staff Resimen Divisi Rencong dan Markas Besar Angkatan Perang Divisi Rencong daerah Aceh. Bangunan ini sempat dihuni oleh Zainun atau akrab disapa Janggout. Sekarang di lokasi tersebut telah didirikan pertokoan.[]